blog saya

Selasa, 22 Maret 2011

Event Pariwisata Upacara Adat

Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.
 
Event Pariwisata Upacara Adat PDF Print E-mail
Syawalan Gunung Jati (8 Syawal)
Upacara tahlilan/selamatan Sultan Cirebon dan para kerabatnya dengan berpakaian adat kebesaran berkunjung ke makam Gunung Jati Desa Astana (6 Km dari Kota Cirebon), dalam acara ini juga banyak berdatangan para peziarah dari masyarakat Cirebon dan sekitarnya termasuk juga dari berbagai daerah di Pulau Jawa , bahkan luar Jawa.
Ganti Welit
Upacara yag dilaksanakan setiap tahun di Makam Kramat Trusmi untuk mengganti atap makam keluarga Ki Buyut Trusmi yang menggunakan Welit (anyaman daun kelapa). Upacara dilakukan oleh masyarakat Trusmi. Biasanya dilaksanakan pada tanggal 25 bulan Mulud.
Rajaban (27 Rajab)
Upacara dan ziarah ke makam Pangeran Panjunan dan Pangeran Kejaksan di Plangon. Umumnya dihadiri oleh para kerabat dari keturunan dari kedua Pangeran tersebut. Dilaksanakan setiap 27 Rajab. Terletak di obyek wisata Plangon Kelurahan Babakan Kecamatan Sumber kurang lebih 1 Km dari pusat kota Sumber.
Ganti Sirap
Upacara yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali di makam kramat Ki Buyut Trusmi untuk mengganti atap makam yang menggunakan Sirap. Biasanya dimeriahkan dengan pertunjukan wayang Kulit dan Terbang.
Mauludan (8-12 Rabiul Awal)
Upacara adat yang dilaksanakan setiap bulan Mulud (Maulud) di Makam Sunan Gunung Jati. Yaitu kegiatan membersihkan / mencuci Pusaka Keraton yang dikenal dengan istilah Panjang Jimat. Sedangkan pusat kegiatan dilaksanakan di Keraton.
Salawean Trusmi (20-25 Rabiul Awal)
Salah satu kegiatan ziarah yang dilaksanakan di Makam Ki Buyut Trusmi. Di samping itu juga dilaksanakan tahlilan.
N a d r a n (10 Rajab)
Nadran atau pesta laut seperti umumnya dilaksanakan oleh nelayan dengan tujuan untuk keselamatan dan upacara terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan rezeki. Dilaksanakan dihampir sepanjang pantai (tempat berlabuh nelayan) dengan waktu kegiatan bervariasi.

 

http://cirebonkab.go.id

Kebudayaan Ragam Kesenian Daerah

Kebudayaan PDF Print E-mail

Ragam Kesenian Daerah
TAYUBAN
Tayuban konon lahir di lingkungan kraton dan digunakan untuk menghormati tamu-tamu agung juga digunakan untuk acara-acara penting seperti pelakrama agung (perkawinan keluarga Sultan), tanggap warsa, peringatan ulang tahun, papakan, atau sunatan putra dalem. 
Tayuban kemudian menyebar dan berkembang di masyarakat dengan pengaruh negatif baik datangnya dari luar maupun dari dalam.
Waditra yang digunakan adalah laras pelog, gendang, bedug, saron, bonang dsb. Wiyaga berjumlah 15 orang.
Busana Wiyaga bendo, baju taqwa, kain batik dan celana sontok. Busana Ronggeng kembang goyang, melati suren, sanggung bokor, cinatok, sangsangan, krestagen dan alat perhiasan.

TARI KLASIK
Tari klasik adalah salah satu jenis tarian yang berkembang pada zaman kejayaan Kesultanan Cirebon.
Secara garis besar Tari Klasik ada 3 jenis :
1.       Tari Tradisional (tari Baksa, Sintren, Lais dsb)
2.       Tari Klasik Cirebon (tari topeng, Ludaya, lengep, gatot kaca, dsb.)
3.       ari Kreasi Modern (tari Merak, Kijang, Kupu kap, dsb.)
Waditra yang digunakan kendang, saron, penerus, bonang, jengglang, tutukan gong, dsb. Daerah penyekarannya terutama di lingkungan Kraton Kesepuhan Cirebon Daerah Wilayah III. Fungsi kesenian sebagai hiburan untuk menghormati tamu-tamu agung atau dalam resepsi kenegaraan.

JARAN LUMPING
Jaran Lumping dahulu disebut juga Jaran Bari dari kata Birahi atau Kasmaran, karena mengajarkan apa dan bagaimana seharusnya kita mencintai Allah dan Rasulnya. Oleh karen aitu tarian Jaran Lumping digunakan sebagai alat dalam mengembangkan agama Islam.
Yang menciptakan Jaran Lumping adalah Ki Jaga Naya dan Ki Ishak dari Dana Laya Kecamatan Weru. Waditra yang digunakan yaitu bonang kecil, bonang Gede, panglima, Gendang, Tutukan, Gong, dan Kecrek.
sarana lainnya Damar Jodog, Sesajen, Pedupaan, Bara Api/Aran dan Jaran Lumping 5 buah yaitu Jaran Sembrani, Jaran Widusakti, Jaran Widujaya, Jaran Sekadiu.
Busana penari menggunakan ikat wulung gundel meled, udeng merah, sumping kantil dan melati,selendang, rompi, celana sontok, kestagen/bodong dan kain batik

WAYANG KULIT
Wayang Kulit adalah pertunjukan yang garapannya terdiri dari gabungan beberapa cabang seni (satu dengan yang lainnya saling menunjang, serempak dan harmonis). Sebagai pokok/penonjolan yang diutamakan memakai peraga wayang.
Pagelaran wayang bersifat universal (gabungan dari beberapa seni). unsur yang melengkapi dalam garapan pertunjukan wayang adalah seni sastra, karawitan, drama, seni rupa dan seni pentas.

GENJRING RUDAT
Pada awalnya Seni Rudat hanya berkembang di pesantren-pesantren, namun kemudian seni yang bernafaskan Islam ini berkembang pula di masyarakat umum. Munculnya kesenian berawal dari tumbuhnya semangat perjuangan masyarakat dalam upayanya melawan penjajah yang dipimpin oleh seorang pangeran dari Kesultanan Kanoman Cirebon.
Bersama pimpinan-pimpinan pesantren ia menyusun kekuatan dengan mengajarkan ilmu beladiri pada para santri. Kegiatan tersebut kemudian disamakan dengan membentuk gerakan-gerakan berbentuk tarian. Maka dalam tarian Rudat, kita akan melihat perpaduan gerak silat, dzikir dan gerakan sholat, kemudian diiringi dengan lantunan puji-pujian yang mengagungkan asma Allah dan Rasulnya.
Adapun alat musik yang digunakan dalam pertunjukan Rudat adalah perangkat genjring, trebang dan bedug.

ANGKLUNG BUNGKO
Angklung Bungko adalah kesenian daerah Cirebon khas dari desa Bungko di Kecamatan Kapetakan. Waditra yang digunakan adalah gendang, tutukan, klenong dan gong.
Urutan tari Angklung Bungko adalah tari Panji, Benteleye, Bebek Ngoyot, Ayam Alas.
Kesenian Angklung Bungko dipentaskan dalam acara adat seperti nadran, dan unjung buyut.

SINTREN
Sintren atau Lais menurut dugaan sudah ada sejak zaman animisme dan dinamisme, dimana pada zaman itu digunakan sebagai salah satu alat untuk berkomunikasi dengan arwah para leluhur.
Pada zaman perkembangan agama Islam di Cirebon juga digunakan sebagai media dakwah dalam menyebarkan agama Islam, dimana sangat banyak pesan-pesan terselubung yang mencerminkan falsafah agama Islam.
Waditra yang digunakan pada Sintren adalah buyung tanah, bumbung/ruas bambu, kendi tanah dan kecrek. Para pelaku adalah seorang dalang sintren atau lais bodor, wiyaga 4-7 orang, juru dupa, juru kawih sebanyak 12 orang.

WAYANG BABAD
Wayang babad Cirebon diciptakan oleh Ki Dalang Askadi Sastra Suganda dari Cangkring Plered Cirebon.
Cerita yang diangkat biasanya sejarah, legenda, cerita babad ataupun dongeng seperti golek papak Cirebon.
Waditra yang digunakan adalah gamelan salendro dan pelog, genjring santri/rebanan, solawatan,lagu-lagu kemandu lakon

GEMBYUNG
Gembyung pada dasarnya sama dengan Kesenian Brai, namun waditra yang digunakan lebih maju dari pada brai.

BEROKAN
Seni Berokan atau Barongan adalah jenis kegiatan yang menggunakan alat utama berokan atau barongan yaitu suatu bentuk tituan kepada binatang singa dan tiruan badan Singa Duga yang dimainkan oleh seorang dalang yang menyusup ke dalam tiruan tubuh raksasa sambil mengoceh dengan meniup terompet yang disimpan di dalam mulut.
Fungsi kesenian ini adalah menyebarkan agama Islam di Cirebon tempo dulu. Waditra yang digunakan adalah terbang, gong, bambu, terompet, gendang dsb.

BRAI
Brai berasal dari kata birahi atau kasmaran yaitu cinta kepada Allah. Karena itu bernafaskan Islam dan berkembang sejak zaman Sunan Gunung Jati dan digunakan sebagai sarana pengembangan ajaran agama Islam. Waditra yang digunakan adalah 2 buah terbang dan gendang.
Busana yang digunakan adalah busana muslim lengkap dengan jilbabnya bagi pemain wanita dan bagi pemain pria baju takwa, kopiah dan sarung.

QOSIDAH
Kesenian Qosidah tumbuh dan berkembang di Cirebon hampir setiap wilayah terutama di mushola atau masjid, pesantren, di lembaga-lembaga Islam dsb.
Kesenian Qosidah bernafaskan Islam untuk mengembangkan agama Islam. Waditra yang digunakan adalah genjring berbagai ukuran, gendang, kecrek, gitar dsb.
Busana yang digunakan adalah busana muslim lengkap dengan jilbabnya bagi pemain wanita dan bagi pemain pria menggunakan baju taqwa, kopiah dan sarung.

WAYANG GOLEK SUNDA
Merupakan kesenian Cirebon yang keberadaannya sudah lebih 300 tahun yang lalu. Hal ini terbukti dari jenis boneka Wayang Golek menurut pengukurannya oleh para ahli. Jenis Wayang Golek ini merupakan kesamaan dari jenis Wayang Kulit yang telah ada sebelumnya. Dikatakan persamaan karena wanda dan warna cat/sunggingan tidak begitu berbeda.
Wayang Golek bahan dasarnya dari kayu dan bulat seperti wujud manusia. Cerita yang dibawakan berasal dari India yaitu Mahabarata dan Ramayana
MACAPAT
Kata Macapat berasal dari gabungan kata Maca Papat Papat. Bahasa yang digunakan adalah bahasa rakyat kecil, menggunakan patokan guru wilangan dan guru lagu.
Tembang Macapat macamnya ada 9 buah yaitu Kinanti, Pucung Asmara Dana (kasmaran), Mijil, Maskumambang Pangkur, Dangdang Gula dan Durma.

REOG DAN PANTUN SUNDA
Seni Reog Cirebonan merupakan kesenian pertujukan rakyat dan merupakan media yang sangat ampuh dalam menyiarkan syiar Islam pada zaman para wali.
Waditra yang digunakan yaitu 4 buah dodog, trompet, 4 buah angklung, kecrek, gendang, 2 buah ketipung, gong dan rebab. Busana yang dipakai yaitu ikat kepala, baju kampret, sarung poleng, selendang dan pengais dodog.
Pantun Sunda merupakan salah satu jenis tradisional daerah Cirebon bagian timur dengan pelaku satu orang berperan sebagai dalang pemetik kecapi, juru kawi, dan pelawak.

REBANA
Rebana adalah salah satu jenis kesenian/musik religi yang dinyanyikan lagu-lagu berirama sholawat dengan menggunakan bahasa arab yang berisi tentang sanjungan-sanjungan kepada para Nabi, Shohabat serta Sang Khaliq. Alunan musik Rebana menggunakan instrumen macam-macam Rebana, Markis dan dilengkapi dengan keyboard.

TARLING KLASIK
Tarling Klasik adalah kesenian khas daerah Cirebon yang lahir diperkirakan tahun 1934 dan hingga saat ini masih populer digemari baik oleh masyarakat regional maupun nasional.
Alat musik yang digunakan sangat sederhana yaitu gitar atau guitar dan bangsing/suling miring dilengkapi oleh alat musik lainnya seperti gong kendi, kecrek sendok, gendang terbuat dari tong sabun diberi karet untuk mengiringi lagu khas Cirebonan. Dari 2 buah alat musik gitar dan suling lahirlah kesenian yang disebut TARLING yang merupakan akronim dari kegua kata gitar dan suling.

SANDIWARA
Sandiwara adalah kesenian teater yang berkembang di Cirebon diperkirakan berkembang sejak tahun 1945. Seni sandiwara merupakan salah satu jenis seni hiburan, di dalamnya ada tarian seperti Tari Serimpi, tari Bedaya dan dilanjutkan dengan cerita yang diambil dari babad Cirebonan/cerita rakyat.
Waditra yang digunakan adalah rancak bonang, kemyang, saron, titil, penerus, gong, gendang, seruling dsb.

GONG RENTENG
Gamelan Renteng yang pertama sampai sekarang masih ada dan tersimpan di Musium Kraton Kesepuhan. Konon Gamelan itu hadiah dari Kerajaan Mataram pada masa pemerintahan Sunan Gunung Jati Sych Maulana Syarief Hidayatullah.
Tabuhan Renteng berfungsi sebagai tabuhan untuk upacara adat terutama untuk menyambut tamu agung, selain itu juga digunakan untuk alat dakwah dalam menyebarkan agama Islam.
Waditra yang digunakan adalah Kromong (bonang kecil) 14 buah, Kromong (bonang gede) 19 buah, Panglima 5 buah, Gendang besar 1 buah, gendang kecil 1 buah, Tutukan (keblug) 2 buah, Gong besar kecil 2 buah, kecrek(ecek ebres).
Wiyaga berjumlah 9 orang dan menggunakan busana baju takwa kain batik, keris dan ikat kepala, wulung agreman.
Gamelan Renteng juga digunakan sebagai gamelan pengiring tarian Jaran Lumping.

TARI TOPENG TUMENGGUNG MAGANG DIRAJA DAN JINGGANANOM GAYA LOSARI
Kedua tarian ini berkarakter putra bersifat gagah dengan ciri-ciri kualitas tenaga kuat dan jangkauan ruang yang luas dengan tempo cepat. Gending yang mengiringi tari Tumenggung Magang Diraja adalah Gending Tumenggung atau Barlen, sedangkan tari Jinggananom diiringi dengan musik Bendrong.

SAMPYONG
Sampyong atau ujungan merupakan salah satu seni pertunjukan rakyat yang diwarnai unsur tari, olahraga, bela diri, kekebalan dan unsur magic.
Alat yang digunakan untuk adu kekuatan yaitu tongkat rotan ukuran panjang kurang lebih 125 cm. Waditra yang digunakan adalah bedug, ketuk kenong, gendang, gong, dan kecrek. jumlah wiyaga hanya 5 orang. Sampyong atau ujungan berkembang di wilayah utara diantaranya daerah Cirebon Utara dan Kapetakan (Bedulan).

BALAZIQ/GAMBUS
Balaziq/Gambus adalah kesenian/musik religi yang menyanyikan lagu-lagu berirama padang pasir dengan menggunakan bahasa Arab dan bahasa Indonesia, berisikan pesan-pesan moral/agama baik yang berisi tentang cita, cinta, maupun tentang kehidupan manusia. Alunan musik Gambus/Balaziq diiringi dengan instrumen, menggunakan alat musik keyboard, gitar bass, biola, dumbuk, tamtam, markis, simbal dan suling.
Kesenian Gambus berasal dari timur/Bangsa Arab. Di Indonesia Gambus umumnya dikenal dengan sebutan Balaziq, sedangkan balaziq itu sendiri sebenarnya adalah nama dari sebuah group gambus yang berasal dari Jember Surabaya.

BUROQ
Kesenian Buroq lahir di Cirebon diperkirakan tahun 1920 di desa Kalimaro Kecamatan Babakan. Penciptanya yaitu Bapak Ta'al.
Genjring Buroq merupakan kesenian helaran atau arak-arakan terutama dalam khitanan untuk mengarak pengantin sunat. Waditra yang digunakan adalah 4 buah genjring, gong, gitar, biola dsb. Peralatan boneka Buroq terdiri dari boneka yang berbadan kuda bersayap dan berkepala wanita cantik, sepasang boneka ondel-ondel, macan tutul dsb.

SINGA DEPOK
Merupakan salah satu jenis seni baru yang tumbuh dan berkembang di Kabuapten Cirebon, kesenian ini berkembang di masyarakat untuk kebutuhan helaran dalam acara syukuran khitanan.
Dalam pagelarannya kesenian Singa Depok lebih menitiberatkan pada atraksi gerak sisingaan yang dimainkan secara berkelompok. Adapun musik iringannya terdiri dari harmonisasi, kendang, trompet dan gong.


http://cirebonkab.go.id


Wisata Belanja

Wisata Belanja    PDF Print E-mail
Batik Trusmi
Di Desa Trusmi dan Panembahan, dapat dijumpai banyak home industry yang menjual batik khas Cirebon. Sentra batik ini akan lebih ramai pada akhir pekan oleh pembeli yang datang dari luar kota dan luar negeri. Motif batik yang terkenal dari kawasan ini adalah motif Mega Mendung.

Aneka Cemilan
Pasar Kue Setu terletak di Kecamatan Plered. Kue-kue yang penjualannya tersebar hingga ke hampir seluruh Indonesia dan kebanyakan berupa cemilan ini diproduksi oleh industri rumahan di Desa Setu dan sekitarnya.
Cemilan khas Cirebon yang sangat cocok dijadikan oleh-oleh ini mayoritas bernama unik, diantaranya kerupuk kulit kerbau/rambak, kerupuk melarat, kerupuk geol, kerupuk upil, kerupuk gendar, kerupuk jengkol, jagung marning, rengginang mini, emping, kelitik, kue atom, maypilow, kembang andul, ladu, simpil, gapit, otokowok, opak, welus, sagon dan masih banyak lagi.
Di sekitar Plered ini banyak pula ditemui penjual sandal karet, yang penjualannya sudah menyebar ke seluruh nusantara.


http://cirebonkab.go.id

Pesona Wisata Kabupaten Cirebon

Pesona Wisata Kabupaten Cirebon PDF Print E-mail
B e l a w a
Lokasi wisata ini berjarak kira-kira 25 km dari kota Sumber ke arah timur. Obyek wisata ini memiliki daya tarik dari kura-kura yang mempunyai ciri khusus di punggung dengan nama latin " Aquatic Tortose Ortilia norneensis."
Menyimpan legenda menarik tentang keberadaannya di desa belawa kecamatan sedong,. Menurut penelitian merupakan spesies kura-kura yang langka dan patut di lindungi keberadaannya. Obyek wisata ini di rencanakan untuk di kembangkan menjadi kawasan yang lebih lengkap Taman kura-kura ( Turle park ) atau taman reptilia.Sektor suasta dapat bekerjasama dengan pemerinta kabupaten untuk pengelolaan taman kura-kura tersebut.


Situ Sedong
Terletak di desa Sedong sekitar 26 km dari arah pusat Ibukota Sumber, dengan luas lahan 62,5 Ha. Selain mempunyai panorama yang indah,situ ini juga di sebut pula situ pengasingan yang merupakan tempat rekreasi air dan pemancingan. pihak pemerintah kabupaten mengundang para investor untuk bermitra dalam pengelolaan wisata ini.


Banyu Panas Palimanan
Obyek wisata ini terletak di desa Palimanan Barat kecamatan Palimanan sekitar 16 km dari Cirebon ke arah Bandung, merupakan pemandian air panas dengan kadar belerang yang di percaya dapat menyebuhkan penyakit kulit. Pemandian air panas ini ada di sekitar bukit Gunung Kapur Gunung Kromong yang mempunyai keistimewaan mata air selalu berpindah pindah. pihak investor di undang untuk mengembangkan lokasi ini untuk di jadikan wisata spa.


P l a n g o n
Obyek wisata plangon berlokasi di kelurahan babakan kecamatan sumber -+ 10 km dari kota corebon.Tempat rekreasi dengan panorama alam yang indah yang di huni oleh sekelompok kera liar. Selain selain tempat rekreasi, terdapat juga makam Pangeran Kejaksan dan Pangeran Panjunan .
Puncak acaranya biasa di masa ziarah Plangon tgl 2 syawal, 11 Dzulhijjah dan 27 Rajab.Untuk pengembangan wisata ini meliputi lahan sekitar 10 Ha, dan status tanah ini milik Kesultanan. Kapasitas pengunjung rata-rata sekitar 58.000 pengunjung/tahun. Obyek ini cukup mempunyai prospek untuk di kembangkan , peluang terbuka untuk pengelola lokasi wisata dan wisata dan bangunan makam.


Lapangan GOLF Ciperna
Kawasan ini berada di tepi jalan raya Cirebon Kuningan dengan kontur tanah berbukit berjarak 5 km ke selatan dari kota Cirebon, berada pada ketinggian 200 m di atas permukaan laut.
Daya tarik utama kawasan ini adalah keindahan pemandangan kota Cirebon dengan latar belakang laut lepas ke arah utara, sedangkan ke arah selatan Gunung Ciremai di suasana yang menarik. Berdasarkan perda nomor 25 tahun 1996, kawasan wisata Ciperna ditetapkan seluas 300 Ha yang di pertunjukan bagi 5 (lima) ruang kawasan pengembangan antara lain:
1.       Kawasan wisata Agro Griya. Pembangunan Agro Griya dalam bentuk rumah kebun yang dapat di sewakan dengan fasilitas Hotel Bintang.
2.       Kawasan wisata Agro Tirta. Pembangunan Agro Tirta dalam bentuk pembuatan danau buatan yang di lengkapi rekreasi air.
3.       Kawasan Agro Wisata I
4.       Kawasan Agro Wisata II. Agro wisata I dan II di arahkan dalam bentuk pembangunan kawasan perkebunan mangga gedong gincu, srikaya, atau tanaman jenis lainya. Di samping itu membangun track olah raga yang dapat menyesuaikan dengan kontur tanah sekitarnya.
5.       Kawasan Land Mark. Sarana dan prasarana yang ada di antara lainya:
·         Beberapa dilikasi strategis di tepi jalan raya Cirebon Kuningan
·         Tesedia jalur listrik PLN
·         Tesedia jalur telepon umum
·         Tersedia air bersih melalui PDAM atau air tanah


Situ Patok
Luas Situ Patok 175 Ha yang terletak di desa setu patok sekita 6 km dari kota Cirebon ke arah Tegal, obyek wisata ini selain mempunyai panorama indah juga tersedia sarana rekreasi air dan pemancingan.
Lokasi ini berpotensi untuk di kembangkan sekitar lahan 7 Ha, dengan status tanah negara . prasarana yang di perlukan pembuatan dermaga, pengadaan prahu motor dan sarana pemancingan. serta pembangunan rumah makan yang arstistik.jalan ke arah lokasi cukup baik dan lebar, jaringan aliran listrik sudah tersedia dan saat ini minat masyarakat untuk mengunjungi wisata ini cukup banyak


Cikalahang
Kawasan Cikalahang merupakan kawasan yang baru berkembang dengan daya dukung alam. sasaran wisatawan pada awalnya adalah obyek wisata Telaga Remis yang di kelola oleh perum perhutani KPH Kuningan dan berada di wilayah Kuningan .
Hingga saat ini kawasan Telaga Remis masih menarik wisatawan yang dapat di andalkan dari segi income. Akan tetapi jalan menuju obyek wisata ini adalah melalui desa Cikalahang yang berada di wilayah Kabupaten Cirebon,sehingga keberadaan memberikan keuntungan bagi masyarakat sekitar usaha lain sebagai daya pendukung. Di samping itu juga kawasan Cikalahang telah berkembang menjadi suatu kawasan yang mempunyai daya tarik sendiri yaitu dari usaha restoran/rumah makan ikan bakar. Dengan banyaknya peminat menjadi wilayah itu berkembang pesat menjadi daya tarik wisata makan, sehingga pada hari-hari libur penuh dikunjungi wisatawan.
Menjual keadaan alam yang menarik dengan sumber air dari kaki Gunung Ciremai yang tidak pernah kering, sangat memungkinkan untuk membuka peluang usaha kolam renang yang bersifat alami dengan fasilitas modern serta bumi perkemahan.
Kawasan wisata Cikalahang terletak sekitar 6 km dari Ibukota Kabupaten Cirebon di Sumber dan 1 km dari jalan alternatif Cirebon Majalengka dengan dengan lingkungan alam yang masih asri.


Wanawisata Ciwaringin
Gutan wisata dengan menampilkan keindahan alam dan banyak ditumbuhi oleh pohon kayu putih. Menyediakan lokasi bagi para penggemar jalan kaki dan arena motor cross. Di lokasi ini juga terdapat danau Ciranca bagi penggemar memancing. Berlokasi di desa Ciwaringin Kecamatan Ciwaringin, 17 Km dari Ibukota Sumber.




http://cirebonkab.go.id