blog saya

Selasa, 26 April 2011

istem pernafasan makhluk hidup

Kamis, 31 Maret 2011

SISTEM PERNAPASAN

Sistem Pernapasan Pada Makhluk Hidup
 Pengertian :
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.


Sistem Pernafasan pada Manusia

Alat -alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas
o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru
Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.


Sistem Pernafasan Hewan
Burung
Burung mempunyai saluran pernapasan yang terdir atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-apru. Pada bagian bawah trakea terdapat alat suara disebut siring. Burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara yang berhubungan dengan paru-paru. Fungsi pundi-pundi udara antara lain untuk membantu pernapasan dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut. Jika otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-apru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru.
Reptil
Reptil bernapas dengan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.
Katak
Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat. Mula-nula berudu bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.
Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Katak dewasa hidup di darat, pernapasannya dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit.
Ikan
Ikan mas bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.
Serangga mempunyai sitem pernapasan yang disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk oksidasi tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel).
Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut. Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis.
Cacing tanah
Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh.
Protozoa
Protozoa tidak mempunyai alat pernapasan khusus untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen masuk ke dalam sel malalui selaput plasma secara difusi. Demikian juga karbon dioksida dari dalam sel deikeluarkan melalui selaput plasma.
Pernafasan pada tumbuhan
Pernafasan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu aerob dan anaerob, pernafasan aerob memerlukan oksigen O2, sedangkan pernafasan anaerob tiidak memerlukan oksigen, untuk pernafasan anaerob dibedakan menjadi obligatif dan fakultatif, pernafasan anaerob obligatif mutlak memerlukan oksigen sedangkan anaerob fakultatif dapat berlangsung tanpa atau dengan oksigen.

1. Pernafasan tumbuhan tingkat tinggi
Pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi berlangsung secara aerob, pada pernafasan ini terjadi proses pembebasan energi dari sari makanan di dalam sel tubuh melalui proses oksidasi biologis, Oksidasi biologis ada;ah suatu reaksi antara sari makanan dengan oksigen yang menghasilkan karbon dioksida ( CO2 ), air ( H2O) dan energi.Reaksikiia ini merupakan reaksi enzimatis, enzim berperan sebagai katalisator ( pemercepat proses reaksi )
Energi yang dihasilkan dari pernafasan digunakan oleh tumbuhan untuk mewlakukan berbagai kegiatan hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan dan melakukan kegiatan di dalam hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan,, pembentukan protein mengangkut mineral dari dalam tanah, berkembang biak,serta melakukan proses fotosintesis
2. Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah
Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah ada yang aaerob dan ada yang anaerob.Pernafasan anaerob disebut juga dengan fermentasi ( proses pengubahan senyawa utama menjadi senyawa bentuk lain dengan bantuan enzim ) , misalnya proses pembentukan alkohol dari glukosa denganbantuan jamur ragi ( Saccharomyces ) seperti pembuatan tempe.

Kelainan & Penyakit Pada Sistem Pernapasan

Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.

Saluran udara pernafasan tersusun atas: lubang hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai saluran udara respirasi.

Struktur maupun fungsi sistem pernafasan manusia dapat mengalami gangguan atau serangan penyakit. Antara lain:
1. Asma, merupakan penyakit penyumbatan saluran Pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran.
2. TBC, penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC". Pada 24 Maret 1882 tersebut, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.
1. Macam-macam peradangan pada sistem Pernafasan, seperti: bronchitis, laringitis, faringitis, pleuritis, sinusitis.
2. Asfiksi, gangguan Pernafasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan, akibat tenggelam, pneumonia dan keracunan.
3. Asidosis, kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
4. Difteri, penyumbatan oleh lendir pada rongga faring yang dihasilkan oleh infeksi kuman difteri.
5. Pneumonia, infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
Gambar-Gambar Sistem Pernafasan Pada Makhluk Hidup

Manusia






Dada dan Perut




Burung


Cacing



Ikan



Serangga



Cumi-Cumi




Katak














Tumbuhan









Daftar pustaka


Avila, V.L. 1995. Biology, Investigating Life on Earth, 2nd ed. Jones and Bartlett Pubhlishers
Bold, H. C. and M.J. Wynne. 1987. Introduction to The Algae. Prentice-Hall, Inc.,Englewood Cliffs, New Jersey, U.S.A
Campbell, N. A. 1996. Biology, 4th ed. Benyamin Cummings Publishing Company, Inc., Redwood City.
Curtis, H. and N.S. Barners. 1989. Biology, 5th ed. Worth Publishers, Inc.
Ross, F., et al. 1996. Diversity of Life Wm. C. Drown Publishers.
Solomon, et. al. 1993. Biology, 3rd ed. Saunders-College Publishing, Fort Worth.
Volk W. A. and M.F. Wheeler. 1984. Basic Microbiology, 5th ed. Harper and Row, Publisher, Inc.
Lewis, R. 1997. Life, 3th ed. WCB McGraw-Hill.
Pelczar, M. J. and E. C. S. Chan. 1986. Dasar-dasar microbiology. Penerbit Universita Indonesia, Jakarta.

Nama kelompok 1:

Karomat
Nanda arivan
Muhammad fauzi
Rifqi maulana hidayat
Ubaedillah

Kelas IX IPA 1

sistem syaraf indra dan hormon

Kamis, 31 Maret 2011

SISTEM SYARAF INDRA DAN HORMON PADA MAKHLUK HIDUP

RANGKUMAN BIOLOGI

SISTEM SARAF INDRA DAN HORMON PADA MAKLUK HIDUP





























Kelas : XI IPA 1

Disusun Oleh :

Ketua Kelompok : Fitriawati
Angota : 1. Aryaetin
2. Nayati
3. Ninda Royani
4. Novi Indriyani


SMAN 1 CIWARINGIN

SISTEM SARAF INDRA
1. Mata
Mata sebagai organ penglihatan mempuyai sejumlah reseptor untuk cahaya atau foto reseptor. Itulah sebabnya, kita dapat melihat benda dan dapat membedakan warna.
Bola mata terdiri atas tiga lapis, yaitu sklera, koroid, dan retina. Sklera depan sklera merupakan bagian yang transparan yang disebut kornea. Kornea dilapisi oleh selaput tipis yang disebut konjungtiva. Pada lapisan ini terdapat kelenjar air mata (glandulalakrimaris) yang menjaga kelembapan dan kesehatan mata.
Koroid merupakan lapisan tengah bola mata. Koroid terdiri atas jaringan ikat yang mengandung banyak pembulu darah dan pigmen. Koroid berfungsi memberi makan retina dan menyerap cahaya yang masuk lewat retina. Pada bagian depan mata, koroid terpisah dari sklera dan membentuk iris. Lapisan koroid sedikit terbuka membentuk celah dalam iris yang disebut pupil. Pupil berperan dalam pengaturan cahaya yang yang masuk kedalam retina. Dibelakang iris terdapat sebuah lensa cembung (binkonveks) yang diikat oleh otot lensa (muskulus silliaris). Otot lensa tersebur berperan mengubah-ubah bentuk lensan untuk memfokuskan mata. Proses pengubahan fokus pada mata disebut
(Gambar11.10)


Lapisan terdalam bola mata disebut retina yang merupakan lapisan tipis sensitif terhadap cahaya dan berisi epitel sensorik. Pada retina terdapat ujung-ujung saraf penerima rangsang cahaya (fotoreseptor) yang terdiri atas sel batang (basilus) dan sel kerucut (konus) (Gambar 11.11). sel-sel batang tidak dapat melihat warna. Sel batang terdiri atas segmen dalam yang berisi motokondria dan segmen luar yang berisi sejumlah membran yang mengandung rhodopsin. Rhodopsin merupakan pigmen yang sensitif terhadap cahaya mera. Rhodopsin terdiri atas opsin dan retinin. Pada saat terang, pigmen ini terurai dan dibentuk kembali pada saat gelap. Pembentukan rhodopsin memelurkan vitamin A. Akibatnya, jika kekurangan vitamin A akan menderita rabun senja. Pembentukan rhodopsin memerlukan waktu adaptasi. Itulah sebabnya kita tidak dapat melihat dengan cepat jika kita beralih dari tempat terang ke tempat rendup.
Sel kerucut sangat penting untuk melihat pada waktu terang sehingga kita dapat melihat warna. Hal ini disebabkan sel kerucut peka terhadap cahaya bitu, hijau, dan merah. Kekurangan jenis protein opsi dapat menyebab ketidakmampuan membedakan warna tertentu (buta warna)
Penyebaran sel kerucut dan sel batang tidak merata. Bintik kuning (fovea) merupakan bagian retina yang memiliki sel kerucut lebih banyak dibandingkan bagian lain. Semakin jauh dari fovea sel kerucut semakin berkurang, sedangkan sel batang semakin bertambah. Pada retina terdapat satu bintik yang tidak mempunyai sel batang yang disebut bintik buta. Retina manusia dan hewan yang aktif pada siang hari lebih banyak berisi sel-sel kerucut. Sebaliknya hewan-hewan yang aktif pada malam hari, retinanya lebih banyak mengandung sel-sel batang.
Lensa mata berfungsi memfokuskan cahaya yang berpantul dari benda-benda yang terkihat sehingga menjadi bayangan yang jelas dan retina. Cahaya yang ditangkap mata berturut-turut akan melalui kornea, aqueus humor, pupil, lensa vitreus humor, dan retina. Cahaya ini merangsang fotoreseptor untuk menyampaikan impuls ke saraf penglihat berlajut sampai lobus oksipitalis pada otak besar.
Lensa mata normal dapat berakomodasi untuk memfokuskan objek yang jauh mampu dekat. Jika terdapat kelainan pada bentuk lensa, seperti rabun dekat (miopi), objek yang jauh terlihat kabur. Pada keadaan ini, bayangan jatuh kita tidak dapat melihat banyangan jatuh di bagian mata karena mempunyai bintik buta. Untuk mengetahui hal ini, dapat dilakukan kegiatan berikut.
Buatlah dua tanda diatas kertas sejaug 8 cm! Gambar kucing dan tiku pada tanda tersebut! Tutuplah mata kiri anda dengan tangan! Pandanglah gambar kucing sambil mendekatkan kertas perlahan-lahan ke arah anda! Tiba-tiba gambar tikus menghilang. Apa yang akan terjadi jika mata kanan anda ditutup, kemudian kertas didekatkan perlahan-lahan ke arah anda! Di depan retina. Mata miopi dapat dibantu dengan kacamata lebnsa cekung. Keadaan yang berlawanan terjadi pada rabun jauh (hipermetropi). Objel yang jauh terlihat dengan jelas, sedangkan objek yang dekat terlihat kabur. Pada keadaan ini bayangan jatuh di belakang retina. Mata hipermetropi dapat dibantu dengan kacamata berlensa cembung (Gambar 11.12).


2. Telinga
Telinga merupakan indra pendengar sehingga banyak dilengkapi reseptor khusus untuk getaran dan keseimbangan. Reseptor-reseptor ini terdapat di dalam rumah siput (koklea) pada telinga bagian dalam.
Telinga terdiri atas bagian, yaitu telinga dalam. Telinga luar terdiri atas daun telinga dan lubang telinga luar. Telinga luar berfungsi membantu memusatkan bunyi yang masuk ke dalam saluran telinga dan menggetarkan gendang telinga (membran timpani)
Telinga tengah berupa rongga yang berhubungan dengan tenggorokan. Pada telinga tengah terdapat tiga tulang pendengaran (oksikel), yaitu maritil (maleus), landasan (inkus), dan sanggurdi (stapes). Tulang martil melekat pada gendang telinga sedangkan sanggurdi melekat pada tingkap jorong (tingkap bundar). Ketiga tulang telinga berfungsi mengurangi intesitas suara guna menghindari kerusakan struktur telinga dalam. Pada telinga tengah terdapat pembulu eustachius yang menghubungkan antara ruang telinga rongga faring.
Telinga dalam tersusun atas rumah siput (koklea) dan saluran gelung (labirin). Koklea merupaka saluran melingkar yang terdiri atas tiga ruangan yaitu skala vestibuli, skala media, dan skala timpani. Skala vestibuli berhubungan dengan skala timpani melalui lubang kecil yang disebut helikotrema. Skala vestibuli berakhir pada tingkap lonjong, sedangkan skala timpani berakhir pada tingkap bundar. Skala media yang merupakan ruangan koklea tengah tiak berhubungan dengan kedua skala lainnya.
Koklea berisi cairan limfa. Permukaan dalamnya merupakan tempat bermuara saraf-saraf yang sangat peka terhadap getaran. Semua ujung saraf ini menyatu membentuk saraf pendengar.
Bagaimanakah mekanisme yang terjadi di dalam telinga suatu bunyi dapat terdengar? Gelombang suara yang datang akan ditangkap telinga luar. Gelombang suara tersebut akan menggetarkan membran timpani. Getaran ini akan diteruskan ke tulang-tulang pendengaran hingga menyebabkan tingkap jorong juga ikut bergetar. Getaran tingkap jorong akan menggetarkan cairan di dalam koklea. Cairan yang bergetar ini menstimulus ujung-ujung saraf pendegar yang terdapat pada bagian dalam permukaan koklea. Ujung-ujug saraf ini akan meneruskan impuls ke otak besar. Otak besar menerima impuls ini dan menerjemahkannya yang akan kita persepsikan sebagai suara. Proses mendengar akan menyebabkan seseorang tidak dapat mendengar dengan baik.
Telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan untuk merasakan gerakan kepala yang terdiri atas tiga saluran setanga lingkaran (kanalis semisirkularis) dan alat untuk mengetahui kedudukan kepala berupa rongga-rongga kecil, yaitu utrikulus dan sakulus. Labirin merupakan alat keseimbangan. Terdiri atas berapa lengkungan kanalis semisirkularis?
Pada pangkal setiap saluran kanalis semisirkularis terdapat bagian yang membesar (ampula). Di dalam ampula terdapat cairan limfa, batu keseimbangan (otolit), dan reseptor (kupula) yang peka terhadap gerakan cairan limfa. Jika kepala kita berputar, cairan limfa pada saluran semisirkular samping akan bergerak dan menabrak kupula. Rangsangan ini diteruskan ke otak sehingga kita merasakan adanya gerak. Gerakan menengadah dan menunduk dirasakan oleh saluran semisirkularis belakang. Adapun gerakan memiringkan kepala dirasakan oleh saluran semisirkularis atas.
3. Kulit
Kulit merupakan indra peraba. Akibantnya, kulit banyak mengandung reseptor yang peka terjadap panas, dingin, sentuhan, tekanan, dan nyeri. Ujung-ujung reseptor tersebut terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis.
Ujung-ujung saraf pada kulit ada yang terbungkus kapsul dan ada pula yang tidak terbungkus. Ujung saraf yang terbungkus disebut ujung saraf korpiskula atau puting beraba dan ada yang tidak terbungkus disebut ujung saraf bebas. Contoh ujung saraf korpuskula adalah ujung saraf Meissner (reseptor sentuhan) dan ujung saraf paccini (reseptor tekanan). Adapun ujung saraf Ruffini (reseptor panas) dan ujung saraf Krausse (reseptor dingin) merupakan ujung saraf bebas. Ujung-ujung saraf Paccini terdapat pula pada alat-alat dalam, seperti bongkol sendi lambung, usus, dan kandung kemih. Akibatnya, kita merasakan lapar, kenyang, dan ding buang iar. Ujung-ujung reseptor yang terdapat pada folikel rambut pada lapisan dermis
4. Lidah
Makanan dapat diketahui rasanya karena adanya reseptor pengecap pada lidah yang disebut sel-sel pengecap atau puting pengecap. Reseptor pengecap sngat peka terhadap zat kimia berupa larutan penyebab rasa. Puting pengecap terdapat pada kuncup pengecap (papila) (Gambar 11.15). Pada manus terdapat sekitar 2000 buah papila




Bagaimanakah mekanisme hingga kita merasakan rasa suatu makanan? Makanan yang telah dikunya bersama air liur memasuki papila melalui pori-pori atas. Makanan tersebut merangsang rambut-rambut saraf yang tedapat pada papila. Saraf tersebut akan membawa impuls tersebut ke otak. Otak akan menerjemahkannya sebagai rasa suatu makanan.
Kuncup pencegah lidah dapat merasakan empat macam rasa, yaitu manis, pahitr, asin, dan asam. Kuncup pencegah untuk rasa manis terdapat pada ujung lidang, rasa asin pada sisi lidah bagian depan, dan rasa asam ada pada sisi lidah. Adapun rasa pahit terdapat pada lidah bagian belakang.
5. Hidung
Hidung merupakan indra pembau sehingga dalamnya banyak terdapat sel-sel sensoris yang peka terhadap gas-gas kimia yang berhubungan dengan bau dan aroma. Sel-sel ini terdapat pada selaput lendir (mukosa). Mukosa berisi sel-sel bipolar pencium berupa rambut-rambut halus yang dihubungkan oleh saraf. Rambut-rambut tersebut berfungsi menerima rangsang zat kimia berupa gas. Gas yang memasuki rongga hidung akan bercampur dengan lendir yang kemudian merangsang ujung-ujung saraf. Impuls ini diteruskan oleh saraf pembau ke saraf pusat dan akhirnya diiterprestasikan sebagai bau
B. Sistem Hormon
Hormon adalah senyawa organik yang dihasilkan oleh kelenjar buntu (endokrin) yang berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, reproduksi, tingkah laku, dan kesimbangan.
hormon masuk kedalam sistem peredaran darah menuju dan mempengaruhi kerja organ asaran yang berada jauh dari kelenjar endokrin. Jumlah hormon yang diperlukan untuk mempengaruhi organ sasaran sangat sedikit namun mempunyai kemampuan kerja yang besar dan lama. Berdasarkan macam dan lokasi kerjanya, terdapat kelenjar endokrin jenis hiposifif, tiroid, paratiroid, pankreas, anak ginjal, ovarium, dan testis.


1. Kelenjar Hipofisis
Kelenjar hipofisis atau pituitari terletak di dasar otak, yaitu sellatursica. Diameter hiposifif sekitar 1 cm dengan berat 1,5 gram.
a. Hiposifif Bagian Depan
Hiposifif bagian depan atau hiposifif lobus anterior disebut juga andernohiposifif. Kelenjar ini berfungsi menghasilkan hormon yang dapat mempengaruhi pengeluaran hormon yang dapat mempengaruhi pengeluaran hormon-hormon lain. Oleh karena itu, kelenjar hiposifif sering kali disebut the master of gland. Hormon-hormon yang diproduksi adernohiposifif antara lain somatotrpin, tirotropin, ACTH, FSH, LH, dan prolactin.
Sematotropin merupakan hormon pertumbuhan. Hormon ini berjerha pada seluruh sel-sel tubuh dan berfungsi untuk merangsang sintesis protein, menambah metabolisme lemak, mengurangi pemakaian glukosal, dan merangsang pertumbuhan tulang dan otot.
Jika seseorang kekurangan hormon somatotropin pada masa pertumbuhan, pertumbuhan orang tersebut menjadi terhambat dan mengalami kekerdilan yang disebut dwarfisme. Sebaliknya, kelebihan hormon ini pada masa kanak-kanak akan menyebabkan pertumbuhan raksasa yang disebut gigantisme. Jika kelebihan hormon ini terjadi sesudah dewasa kemungkinan akan terjadi pertumbuhan yang tidak seimbang pada tulang jari tangan, jari kaki, rahang, ataupun hidung yang disebut akromegali.
Hormon tirotropin disebut juga Thyroid Stimulating Hormone (TSH). Hormon ini berfungsi mengontrol pertumbuhan dan perkembangan kelenjar gondok (tiroid) serta merangsang tiroid untuk mensekresikan tiroksin
Hormon ACTH atau Adrenocortikotropik Hormone berfungsi untuk mengontrol pertumbuhan dan perkembangan aktivitas kulit ginjal (andrenalkorteks). Hormon ini juga merangsang adrenal korteks mensekresikan hormon glukokortioid. Glukokortikoid sangat penting untuk meredakan stress dan ketegangan mental lainnya.
FS merupakan singkatan dari Follicle Stimulating Hormone. Pada wanita hormon ini berfungsi mengatur perkembangan ovarium dan berpengaruh terhadap pematangan folikel. Folikel merupakan rongga dalam ovarium yang mengandung telur yang telah matang. Pada pria, hormon ini berfungsi mengatur pembentukan sperma (spermatogenesis0.
LH merupakan singkatan dari Leuteinizing Hormone. Pada wanita, hormon ini berfungsi memecahkan diding rahim (endometrium) pada waktu ovulasi. Ovulasi adalah terlepasnya sel telur dari diding ovarium. LH juga berfungsi merangsang pembentukan korpus leteum, suatu massa sel bewarna kuning yang terbntuk dari folikel setelah lepasnya sel telur. Pada pria, hormon ini disebut Interstitial Cell Stimulating Hormone (ICSH) yang berfungsi merangsang sel-sel interstitial teste untuk memproduksi testosteron dan endosteron (androgen).
Prolactin atai Lactogenic Hormone merupakan hormon yang penting utuk memelihara korpus leuteum dalam memproduksi progesteron. Prolaktin juga diperlukan untuk memproduksi air susu pada ibu pada masa kehamilan.
b. Hiposifif Bagian Tengah
Hiposifif bagian tengah atau hiposifif lobus intermediet berfungsi untuk memproduksi hormon Melanocyt Stimulating Hormone (MSH). Pada manusia, fungsi hormon ini belum jelas. Pada hewan, hormon ini berperan dalam sintesis melanin dan penyebaran melanofor yang diperlukan untuk proses mengubah kulit sesuai dengan lingkungan (kamuflase).
c. Hiposifif Bagian Belakang
Hiposifif bagian belakang atau hiposifif lobus posterior disebut jugga neurohiposifif. Hiposifif bagian belakang terdiri ata sel-sel saraf yang sudah termodifikasi yang menghubungkan lobus posterior dengan hipotalamus.
Hiposifif lobus posterior meprodiksi hormon ADH dan oksitosin. ADH atau Antidiuretic Hormon disebut juga Vasiopresin. Hormon ini berfungsi dalam proses reabsorpsi air pada tubulus ginjal sehingga pengeluaran urine dapat dikurangi sehingga air dalam tubuh kita dapat dipertahankan. Jika diproduksi ADH berkurang, akan menyebabkan seseorang buang air kecil terus-menerus dan selalu haus. Penyakit ini disebut diabetes insipidus. Adapun oksitosin sangat pentin untuk wanita yang akan melahirkan. Hal ini karena hormon tersebut menyebabkan kontraksi dindin rahim yang merupakan salah satu faktor untuk memulai persalinan. Hormon ini juga berpengaruh terhadap pengeluaran air susu ibu seperti halnya prolaktin

2. Kelenjar Tiroid
Kelenjar tiroid atau kelenjar gondok terletak pada leher bagian depan di bawah jakun. Kelenjar ini terdiri atas dua lobus lateral yang dihubungkan oleh insthmus. Kelenjar tiroid mengasilkan hormon tiroksin yang tersusun atas asam animo dan iodium. Jika kita kekurangan unsur iodium, dapat menyebabkan kelenjar tiroid mengalami hipofungsi, berupa menurunnya produksi hormon. Keadaa ini ditandai dengan hipertropik, yaitu bertambah besarnya kelenjar tiroid sampai 15 kali. Keadaan ini sering disebut penyakit gondok (Gambar 11.18) yang dapat dicegah mengomsumsi iodium yang biasa terdapat pada garam dapur.
Hormon tiroksin sangat penting untuk perkembangan dan pertumbuhan otak jaringan lainnya. Tiroksin juga merangsang metabolisme dan menurunkan kadar kalsium darah. Jika kadar tiroksin dalam darah rendah (hipotiroidism) kecepatan metabolisme menurun hingga mengakibatkan turunnya produksi panas. Penderita hipotiroidism akan mengalami suhu tubu renda, tidak tahan dingin, kulit kering, denyut jantung lambat, dan mengantuk. Penyakit dengan gejala di atas tersebut miksodema. Pada penderita miksodema, terjadi penimbuhan cairan kental dalam jaraingan bawah kulit. Jika hipotiroidism terjadi pada masa kanak-kanak, akan menyebabkan kekerdilan (kretinisme), kecerdasan rendah, dan tidak pernah matang secara seksual. Sebaliknya, jika hormon tiroksin dalam darah naik (hipertiroidsm), akan menyebabkan kecepatan metabolisme meninggi, banyak keringat, berat badan turun, tekanan darah tinggi, napas cepat dan tidak teratur, tangan gemetar dan gugup, serta melebar dan bola mata menonjol. Gejala-gejala diatas merupakan gejala penyakit basedowi.
3. Kelenjar Patiroid
Kelenjar paratiroid berjumlah empat buah dan terletak di belakang kelenjar tiroid (Gambar 11.20). Setiap kelenjar berdiameter 5 milimeter dengan berat 30 miligram.
Kelenjar paatiroid memproduksi parathormon (PTH) yang berfungsi mengatur dan mengontrol kadar kalsium dan fosfat dalam darah. Jika hormon bergabung dengan hormon kalsitosin yang dihasilkan kelenjar tiroid, akan menyebabkan kalsium fosfat pada tuang larut sehingga tulang menjadi rapuh. Kekurangan PTH akan menyebabkan penurunan kadar kalsium pada plasma darah. Hal ini akan mengakibatkan kejang-kejang.

4. Kelenjar Adrenal
Kelenjar adrenal atau kelenjar anak ginjal berjumlah dua buah dan terletak di atas ginjal (Gambar 11.20). Bentuk kelenjar ini seperti topi dengan berat masing-masing 7-8 gram. Kelenjar adrenal dikenal terdiri atas bagian luar (korteks) dan bagian dalam (medula). Pada korteks adrenal dihasilkan tiga macam hormon, yaitu kortokoid mineral, gluko kortikoid, dan androgen. Hormon kortikoid mineral berfungsi menyerap natrium dalam darah dan mengatur reabsorpi air pada ginjal. Hormon glukp kortikoid berfungsi menaikan glukosa darah dan menaikkan pengubah glukosa menjadi glikogen dan pengubahan glikogen menjadi glukosa. Adapun dengan bersama hormon kelamin berfungsi menentuka kelamin skunder laku-laki, seperti tumbuhnya kumis dan cabang. Bagian medula adrenal menghasilkan hormon epinefrin atau yang sering disebut adrenalin.
Kelenjar adrenal dapat mengalami skunder pria dan wanita, seperti tumbuhnya kumis yaitu munculnya ciri kelamin skunder pria dan wanita, seperti tumbuhnya kumis pada wanita. Gangguan lainnya adalah hipofungsi adrenal yang akan mengakibatkan penyakit addison dan berfungs adrenal yang akan menyebabkan coushingsyndrome. Penyakit addison akan menyebabkan pigmentasi yang berlebihan, sedangkan coushing syndrome akan menyebabkan bulatnya muka seperti bola


5. Kelenjar Pankreas
Kelenjar pankreas terletak dekat usus dua belas jari dan hati. Pankreas memproduksi getah prankeas yang masuk usus dua belas jari untuk membantu pencernaan makanan. Di dalam prankeas terdapat bagian yang disebut pulau-pulau langerhans. Pada pulau-pulau langerhans ini terdapat dua jenis sel, yaitu sel alfa dan sel betha. Sel alfa mengasilkan hormon glukagon yang berfungsi mengubah glikogen menjadi glukosa sehingga kadar glukosa darah naik. Sel betja memproduksi hormon insulin yang berfungsi mengubah glukosa menjadi glikogen sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Kekuangan hormon insulin akan menimbulkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Gejala penyakit ini adalah urine mengandung glukosa dan merasa lelah.

6. Kelenjar Kelamin
Kelenjar kelamin atau honad terdiri atas testis pada pria dan ovarium pada wanita. Kedua kelenjar ini mempunyai sifat sintogenik dengan menghasilkan sel kelamin, yaitu sperma pada pria dan ovum pada wanita, serta bersifat endokrinik dengan mengasilkan hormon kelamin.
a. Kelenjar Kelamin Pria
Kelejar kelamin pria atau testis akan mensekresikan hormon testosteron. Hormon ini berfungsi merangsang pematangan spermdan pembentukan tanda-tanda kelamin skunder pria, seperti pertumbuhan kumis, janggut, bulu dada, dan suara yang membesar. Pembentukan hormon ini dikontrol oleh ITC (Interstitial Cell Stimulating Hormone) yang dihasilkan oleh hiposifif bagian anterior. ITC dan testoteron tetap diproduksi selama hidup walaupun konsentrasinya menurun setalah usia lanjut
b. Kelenjar Kelamin Wanta
Kelenjar kelamin wanita ata ovarium berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon estrogen da progesteron. Estrogen disekresikan ovarium oleh sel-sel folikel de Graff atas pengaruh Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang disekresikan oleh hiposifif bagian anterior. Estrogen bertanggung jawab terhadap oogenesis (pembentukan sel telur), pemeliharaan fungsi organ kelamin, merangsang perkembangan ciri-ciri kelamin skunder wanita, seperti pembesaran payudara dan penimbunan ciri-ciri kelamin skunder wanita, seperti pembesaran payudara dan penimbunan lemak pinggul.
Progesteron dihasilkan oleh korpus leuteun atas pengaruh LH yang akan disekresikan hiposifif bagian anterior. Progesteron menyebabkan diding rahim (endometrium) mensekresikan getahnya sehingga siap menerima sel telur yang sudah dibuahi. Prigesteron bersama dengan estrogen berperan dalam memproduksi air susu, membentuk dan memelihara plasenta, dan memelihara kondisi kehamilan. Pada wanita, peranan kedua hormon kelamin lebih kompleks, misalnya dalam daur mentruasi (entrus), kehamilan, dan persalinan.
c. Hormon dan Teknik Keluarga Berencana
Keluarga berencana (KB) merupaka program pemerintah yang bertujuan menciptakan keluarga kecil bahagia dan sejah tera melalui pengaturan kelahiran. Pengaturan kelahiran dapat dialakukan melalui cara mekanik, sterilisai (permanen), serta kimia dan hormon. Pembahasan kali ini akan ditekankan teknik keluarga berencana cara kimia dan hormon.
Jenis dan cara penggunaan zat kimia dan hormon untuk mengatur kelahiran cukup banyak. Zat kimia spermatisda yang dicampur dengan sejenis jeli dapat digunakan untuk dimatikan sperma. Cara lainnya adalah menggunakan hormon untuk mencegah terjadinya ovulasi, seperti hormon sintetik, estrogen, dan progesteron. Hormon-hormon tersebut biasanya diberikan dalam bentuk pil, suntikan, ataupun kapsul. Biasanya kapsul dimasukkan dibawah kulit dan dikenal dengan istilah kontrasepsi susuk KB.
Bagaimanakah pengaruh pemberan hormon-hormon tersebut? Jika seseorang wanita setiap hari menelan pil yang mengandung estrogen dan progesteron, kelenjar hiposifif tidak akan megasilkan FSH dan LH. Akibatnya, ovulasi pun tidak terjadi sehingga wanita tersebut tidak akan hamil. Progesteron juga mampu memberikan perlindungan kontrasepsi kedua dengan cara mempertebal dindidng rahim dan mengubah lendir rahim secara kimiawi. Perubahan ini dapat menolak dan mematikan sel sperma sehingga dinding rahim tidak menerima implantasi.
d. Hubungan Saraf dan Hormon
Sistem saraf dan sistem hormon merupakan koordinasi. Kedua sistem tersebut mengatur dan mengendalikan semua aktivitas tubuh secara langsung maupun tidak langsung. Pengaturan dan pengendalian tersebut dilakukan dalam bentuk penyampaian dan pengolahan informasi yang kemudian dijawab dalam bentuk respons atau tanggapan. Antara sistem saraf dan sistem hormon terdapat hubungan yang erat. Sistem hormon dapat bekerja jika ada pengendalian dari sistem saraf. Perhatikan bagan berikut!
C. Hormones Thatinfluence Reproductive System Hormon-Hormon Yang Berpengaruh Sistem Preproduksi
Hormon yang mempengaruhi sistem reproduksi, yaitu estrogen, proggesteron, FSH, LH, Testoteron, Prolatin, HCG, relaksi prostaglandi dan oksitosin.
1. Hormone that Controls Man Sexual Development
Testis selain sebagai kelenjar gonad, juga menghasilkan hormon yang disebut testosteron. Hormon ini diproduksi sejak janin akan tetapi kadarnya rendah. Adanya hormon ini sangat menentukan dferensiasi struktur tubuh yang menjurus pada jenis peria.

Pada saat mengalami pubertas, maka hormon testosteron akan dihasilkan dalam kadar cukup tinggi dan akan merangsang timbulnya tanda-tanda kelamin sekunder, seperti otot lebih kekar, suatu lebih berat, tubuhnya jakun dan pertumbuhan janggut dan kumis.
2. Hormone that Controls Woman Sexual Development
Hormon yang Mengatur Perkembangan Seksual Wanita
Kedewasaan seorang wanita diduga dimulai ketika hipotalamus mulai menghasilkan hormon yang merangsang kelenjar hipofisis. Hormon-hormon yang dihasilkan oleh hipofisis bergabung dalam hormon gonadotropin ( LH dan FSH ) yang akan merangsang perkembangan ovarium. Pada giliranya ovarium akan menghasilkan hormon kelamin, yaitu progresteon dan estrogen.
Pada saat mengalami pubertas, maka hormon estrogen mendorong kematangan alat-alat kelamin, seperti uterus dan vagina serta merangsang timbulnya tanda – tanda kelamin sekunder seperti panggul membesar, suara lebih nyaring dan mengalami menstruasi.
3. Hormone that Has Role in Manstruation
Hormon yang Berperan dalam Menstruasi
Apabila sel telur tidak bisa dibuahi, maka setelah berusia tertentu korpus luteum sebagai peroduksi hormon estrogen dan progesteron menghentikan aktivitasnya akibatnya kadar kedua hormon tersebut turun secara mendadak mengakibatkan lepasnya ovum dan robeknya endometrium yang menebal. Robeknya endomentrium menyebabkan tipisnya dindingrahim.
Turunya progesteron memungkinkan hipofisis mensekresikan FSH merangsang folikel dalam ovarium untuk memperoduksi hormon estrogen. Estrogen akan menghambat hipofisis memproduksi FSH tetapi mencacu hipofisis memproduksi LH dan merangsang penebalan endometrium.
Hormon LH merangsang pematangan ovum dan meninggalkan folikel. Folikel yang tinggalkan oleh sel teluar akan mengkerut dan berubah menjadi korpus luteum yang berfungsi untuk memproduksi progesteron dan estrokorpus albikans yang kemampuan memproduksi estrogen dan progesteronnya sangat rendah.
4. Hormones that Have Rle in Pregnancy
Hormon yang bberperan dalam Kehamilan
a. Progestreron dan estrogen. Kedua hormon ini diproduksi oleh korpus luteum hingga kehamilan bulan ke 3 dan ke 4, kemudian secara berangsur-angsur fungsi korpus luteum akan digantikan oleh plasenta.
b. Prolaktin yaitu hormon yang merangsang kerja kelenjar susu untuk memproduksi susu, juga mengatur metabolisme pada ibu sehingga kebutuhan zat pada tubuh ibu dapat dikurangi dan dialirkan kejanin.
c. CG yaitu hormon yang merangsang aktivitas ovarium dan pembentukan plasenta.
5. Hormone that Has Role in Birth
Hormon yang berperan dalam Kelahiran
a. Relaksin, yaitu hormon yang mempengaruhi peregangan otot pada sinfisis pubis.
b. Esterogen yaitu hormon yang berfungsi untuk mengatasi pengaruh hormon progesteron yang menghambat kontraksi dinding rahim
c. Prostaglandin, yaitu hormon yang berfumgsi untuk mengatasi pengaruh hormon progesteron
d. Oksitosin yaitu hormon yang mempengaruhi dinding rahim
1. kelainan peyakit paa sistem syaraf
kelaian penyait pada sistm syaraf dapat di sebabkan oleh beberapa fator, lain karena adanya kerusakan pada sisitem syaraf akibat luka, infeksi mikroorganisme, penggunaan obat obatan yang melebii dosisatau kerusakan sistem syarafyang bersifat genetis.
Beberapa kelainan pada sisitem syaraf adalah sebagai berikut
a. sakit kepala
akit kepala adalah sesuatu kelainan padasistem syaraf yang sering didrita leh setiap orang . penyebabnya yang paling umum adalah karena melebarnya pembuluh darah pada daerah selaut otak.
b.neuritis( radang saraf)
neuritis dapat di sebabkan oleh pengaruh fisis, sepeti tekanan pukulan, dan patah tulang. Dapat pula di sebabka oleh racun atau kekurangan vitamin b1,b6,dan b12. gejala yang muncul adalahpada bagian tubuh yang disarafi akan terasa sakit dan kadang kadang timbulkesemutan.

c. Amnesia
Amnesia dapat di sebabkan karena kecelakan yang menyebabkan erjadinya trauma pada kepala( geger otak) sehingga penderita mengalami kebingungan dan lupa ingatn.
d. stroke
stroke merupakan kematian sel el otak di sertaigangguan fungsinya yang di sebabkan oleh terganggunya aliran darah otak. Penyebab storok yang yang paling umum adalah tekanan darah tinggi arterosklerosis atau ke dua duanya.
Gejala stroke sangat berfariasi, milai dari hanya pusing pusing saja, sulit bicara, tidak dapat melihat,pigsan anggota badan, tidak dapat di gerakan atau lmpuh bahkan menimbulkan kematian.
e. epilepsi
epilepsi meripakan penyakit pada sistem syaraf yang di sebabkan engan adanya gangguan penghantar impils listrik pada sel sel syaraf, penderita tumor otak , trauma kepada kepala, pengguna obat obat bius dan penderita cacat otak bawaan. Penderita epilepsi sering mengalami kejang kejang sampai dari mulutnya mengeluarkan busa. Epilepsi bukan penyakit turunan da penyakit menular. Penyakit ini dapat di sembuhkan jika berobat secara teratur
f. polio
polio merupakan merupakan pada sistem syaraf yang di sebabkan oleh infeksi virus pada sel-sel sarafmotorikotak dan sumsum tulsng belakang. Penyakit ni enular dan jika sudah menyerang tidak dapat diobat. Penularnya dapat melalui makanan, gejala-gejala yang timbul dari penyakt ini adalah demam,kelumpuhan, sakit kepala yang terakhir dengan hilangnya refleks, dan mengecilnya otot. Pencegahanya penyakitnyaii di lakukan dengan vaksin antipolio yang di berikan pada bayi melalaui imunisasi oral( di minumkan)
2. kelaianan dan penyakit pada sistem endoktrin( hormon)
a. peyakit addison
penyakit ini terjadi karena berkurangnya sekresi glukokortikoid. Penyebabnyaadalah terinfeksinya kelenjar adrenal atau adanya autoimun.
1) berkurangnya volum dan tekanan darah karena turunyakadar na+ dan volum ar pada caran tubuh.
2) Turunya daya tahan tubuh terhadapsteress sehingga penderita mudah mengalami shock dan lebih beratnya lagi dapat menimbulkan kematian hanya oleh steres kecil.
3) Lesu mental dan fisik
b. sindrom cushing
sindrom cushing merupakan kumpulan gejala gejalapenyakityang di sebabkan olehterjadinya sekresi yang berlebihan dari glukokortikoid dan pemberian obat obatan kortikosteroid secara berlebihan, gejala –gejala yang tampak, yaitu otot otot mengecil dan menjadi lemah, osteoporosis, luka yang sulitsembuh serta gangguan mental.
c. sindrom adrenogenital
sindro adrenogenital merupakan kelinan pada sistem endokrin karena terjadinya produksi glukoortikoid yang umumnya di sebabkan oleh kekurangan enzim pembentuk glukokortoid pada kelenjar adrenal. Akibatnya hormon adrenotropin meningkat dan merangsang zonz retikularis untuk mensekresikan androgen sehingga mengakibatkan munulnya tanda tanda kelamin sekunder pria pada seorang wanita, yang di sebut virilisme. Virilisme yaitu tumbuhnya janggut dan rambut seperti pria , otot-otot tubuh seperti pria, perubahan suara, payudara mengecil, klitoris membesar seperti penis kadang kadang mengalami kebotakan. Pada pra di bawah umur, sindrom in menyebabkan munculnya tanda tanda sekunder di bawah umur. Sedangka pada pria dewasa gejala gejala di atas tertutupi oleh tanda tanda kelamin sekunder normal karena pengaruh testoseron. Tetapi apabila terjadi sekresi yang berlebihan dari estrogen dan progesteron maka akan muncul tanda tanda kelamin sekunder wanita antara lain payudara membesar seperti pada wanita.

d. struma
struma merupakan pembengkakan kelenjar tiroid sehingga menimbulkan benjolan pada leher bagian depan. Penyebabnya antara lain karenanya adanya peradangan tumor atau kekurangan ( defisiensi)yodium.


e. hipotiroidea
hipotiroidea disebabkan oleh terjadinya kekurangan hormon tirod. Penyebabnya adalah kekurangan yodiumpada makanan . oleh karena itu penyakit ini dapat di cegah dengan mengkonsumsigaram beryodium.
Apabila terjadi pada masa bay dan anak anak akan menimbulkan kreainisme. Ciri-cirinya adalah memiki muka bulat, perutbuncit, leher pendek dan lidah besar. Kreainisme daapt di sembuhkan dengan pemberianhormon tiroidasalkan tidakterlambat. Apabila terjadi pada orang dewasa akan menimbulkan miksedema.gejala-gejalanya adalah kulit tebal, muka bengkak, rambut kasr, mudah gemuk, lemah denyuut jantung, lambat suhu tubuh turun dan lambat secara fisik maupun mental
f. hipertiroidea
hipertiroidea di sebabkan oleh terjadinya kelebihan sekresi hormontiroid dari kadar normal. Gejala-gejalanya adalah beratbadan menurun , gemetaran, berkeringat, nafsu makan meningkat, jantung berdebar, dan BMRmeningkat melebihi 20 sampapi 100.

3. kelainan dan penyakitpada aat indra
kelainan dan penyakit pada alat indra dapat menyebakan terjadinya gangguan pada alat-alat indra tersebut.
a. kelianan pada indra pengelihatan(mata)
1) miopi( mata dekat) yaitu bayangan benda jatuh di depan bitik kuning karena karena bola mata terlalu panjang (cembung) akibatnya matahanya mampu melihat dengan jerlasbenda-benda jauh tidak tampak jelas. Kelainan mata ini dapat di tolong dengan lensa negatif( cekung)
2) hipermetrop( nata jauh) yaitu bayangan benda jatuh ke belakang bintik kuning karena bola mata terlalu pendek atau bola mata terlalu pipih, akibatnya mata hanya mampu melihat jelas benda benda jauh, sedangkan benda benda dekat tidak nampak jelas. Kelinan mata ini dapat di tolong dengan lensa positif( cembung)
3) asatigmstisma yaitukecebungan kornea tidak merata sehingga bayangan menjadi tidak terfokus(kabur). Astigmatisma ada dua yaituastigmatisma teratur dan astigmatismatidak teratur. Astigmateraturdapatdi tolong dengan menggunakan lensa selindris, sedangkan astigmatismatidak teratur tidak dapat di tolong.
4) Presbiop, biasanya terjadi padaorang lanjut usia, di sebabkanoleh lensa mata terlalu pipih karena daya akomodasinya terlalulemah sehingga hanya mampu melihat dengan jelas benda jarak jauh.
5) Hemeralopia( rabun senja) gangguan pengelihatan karena kekurangan vitamin A kekurangan vitamin A ini menyebabakan terhambatnya pembentukan rodopsin pada saat kurang cahaya sehingga pada saat senja seseorang yang kekurangan vitamin A akan menjadi rabun.
6) Buta warana merupakan penyakit mata yang bersifat turunan. Mata yang normal mempunyai tiga macam sel konus yang semuanya bekerja dengan baik di sebut mata trikromat. Apabila ada satu macam atau lebih sel konus yang rusak maka menyebabkan terjadinya buta warna
Jenis –jenis buta berwarna
a) mata monokromat: yatu hanya memilliki satu macam sel konus yang normal, sehimgga orang ini hanya manpu membedakan warna hitam dan putih.
b) Mata dikromat: yaitu hanya memiliki dua macam sel konus yang norma, sehingga di dapatkan buta warna merah( protanopia) buta warna hijau(deuteranopia), dan buta warna biru(tritanopi)

b. ganguan pada indra pendengaran ( telinga)
ganguan pada indra pendengaran dapat di sebabakan oleh saluran lubang telinga tersebut oleh serumen, ketegangan pada gendang telinga dan tulang tulang pendengaran sehimgga kaku ( tidak mudah bergetar) atau adanya penyakit di bagian koklea, saraf pendewngaran dan tumor di jembatan varol.
Beberpa ganguan di telinga adalah sebagai berikut:
1) tuli
tuli adalah kehlangan rasa dengar, tuli di bedakan menjadi dua yaitu:
a) tuyli konduksi yatu ketulian yang di sebabkan oleh gangguan pada penghantaran getaran suara kedalam koklea, penyebabnya dalah terjadina penyumbatan saluran telinga oleh serumen, penebalan atau pecahnya membran timpani,kekakuan tulang sanggurdi pada tingkat bulat, dan pengapuran tulang pendengaran.
b) Tuli syaraf yaitu gangguan pendengaran karena terjadinya kerusakan pada syaraf pendengaran.
2) radang telinga tengah ( ototitis media)
radang tenga tengah di sebabkan oleh bakteri aatu virus umumnya terjadi mengikuti peradanga pada saluran pernapasanatas. Gejala yang muncul adalah sakit telinga dan pendengaran yang di sertai demam.
3) mabuk perjalanan
mabuk perjalanan adalah gangguan pada fungsi keseimbangan karena perangsangan yang terus menerus oleh gerakan atau getaran yang terjadiselama perjalanan di darat, laut atau adara. Impuls dari labirin akan di jalankan ke pusat muntah. Korteks,dan puat pusat lainyasehingga menimbulkan gejala utama seperti mual,muntah,pucat,keringat dingin dan pusing.
c. ganguan pada indra peraba.(kulit)
Ganguan pada kulit sudah d bahas seelumnya pada bab sistem ekskresi ( untuklebih memahami, pelajari kembali tentang gangguan kulit pada bab tersebut)
d. ganguan pada indra pengecap(lidah)
ganguan pada lidah di sebut mati rasa. Mati rasa ini ada yang bersifat sementara dan ada juga yang ersifat permanen.
Mati rasa sementara terjadi ketika kita memakan atau meminium sesuatuyang lebih panas atau terlalu dingin . sedangkan mati rasa permanenterjadi karena rusaknya jaringan saraf yang berhubungan dengan indra pengecap di otak karena si penderita mengalami trauma pada bagian tertentu di otak.
d. ganguan pada indra pembau ( hidung)
ganguan dari hidumg terjadi karena kehilangan rasa bau, di sebut anosmia. Aosmia dapat di sebabkan oleh penyumbatan rongga hidung oleh tumor atau polip, reseptor pembau rusak karaena infeksi virus dan terjadinya gangguan pada saraf kesatu atau korteks otak karena benturan kepala atau tumor.
















































DAFTAR PUSTAKA

Drs.suprapto . tt . Lembar Kerja Siswa Biologi smt Genap . Solo:Putra Kertonatan
Pratiwi,D.A dkk . 2007 . Biologi SMA Kelas XI . Jakarta:Penerbit Erlangga
Ferdinand,factor dkk . 2007 . Biologi jilid 2 . Jakarta:Visindo
Nurhayati, nunung. 2008. Biologi Bilingual untuk SMA / MA Kelas XI. Bandung : Yrama Widya

sistem reproduksi

Senin, 04 April 2011

SISTEM RAPODUKSI

TUGAS BIOLOGI
LIBURAN AWAL BULAN MARET


KELAS XI IPA 1
NAMA KELOMPOK :
 ITA ANDAYANI
 AYU DWI ELSA. P
 INTAN RISMAWATI
 TANTI. S
 WINDIYANI
SMA NEGERI 1 CIWARINGIN
Jl. Jend. Urip Sumoharjo No. 39 45167
Bringin-Ciwaringin-Cirebon



SISTEM REPRODUKSI
Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari organisme sebelumnya.
Organisme bereproduksi melalui 2 Cara :
• Repoduksi aseksual (vegetatit)
Adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel kelamin.
• Reproduksi seksual (generatif)
Umumnya melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari 2 individu yang berbeda jenis kelamin.
Alat-alat Reproduksi pada Laki-Laki

Alat reproduksi pada laki-laki terdiri atas sepasang testis, saluran-saluran kelamin, kelenjar-kelenjar tambahan, dan penis.
• Testis merupakan kelenjar kelamin yang berfungsi sebagiai penghasil sperma dan hormon testosteron. Testis terletak di dalam suatu kantong yang disebut skrotum.
• Saluran kelamin terdiri atas vasa eferentia. epididimis. dan vas deferens.
1. Vasa eferentia merupakan bagian yang berfungsi menampung sperma untuk disalurkan ke epididimis berjumlah antara 10-20 buah.
2. Epididimis merupakan saluran berkelok-kelok dengan panjang antara 5-6 meter. Di saluran ini cairan sperma diabsorpsi sehingga menjadi agak pekat. Saluran ini berfungsi menyimpan sperma untuk sementara (minimal selama tiga minggu).
3. Vas deferens merupakan saluran lurus dengan panjang sekitar 40 cm. Saluran ini berfungsi untuk menghubungkan epididimis dengan uretra pada penis. Di bagian ujung saluran ini terdapat saluran ejakulasi.
• Kelenjar tambahan meliputi vesika seminalis, kelenjar prostat, dan kelenjar Cowperi.
1. Vesika seminalis merupakan kantong semen (mani) yang dindingnya menyekresi cairan lendir yang banyak mengandung fruktosa, sedikit asam askorbat, dan asam amino. Bahan-bahan kimia tersebut berfungsi untuk memberi makan dan melindungi sperma sebelum membuahi ovum. Semen adalah cairan yang terdiri atas sperma dan cairan yang dihasilkan oleh berbagai kelenjar tambahan
2. Kelenjar frostat merupakan kelenjar berbentuk bulat yang mengelilingi bagian pangkal saluran uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan yang bersifat basa dan berwarna putih seperti susu. Cairan tersebut berfungsi untuk menetralkan sifat asam pada vasa eferentia dan cairan yang ada di dalam vagina sehingga sprema dapat bergerak aktif.
3. Kelenjar cowperi (bulbouretralis), yaiitu kelenjar berukuran sebesarb butir kacang yang terletak di bagian proksimal (pangkal) uretra. Kelenjar ini menghasilkan cairan mukosa yang berfungsi sebagai pelicin.
• penis merupakan alat kelamin luar laki-laki yang befungsi untuk memasukkan sperma ke dalam tubuh perempuan.
Sistem reproduksi apda laki-laki berhubungan erat dengan sistem ekskresi (pengeluaran), khususnya sistem urinaria. Uretra merupakan saluran yang berfungsi untuk mengeluarkan urine sekaligus sprema. Testis memproduksi jutaan setiap hari, sejak masa pubertas samapai seorang laki-laki meninggal dunia. Jika tidak dikeluarkan, sel-sel sperma akan mati dan diserap kembali.
Alat-alat Reproduksi pada Perempuan

Alat reproduksi pada perempuan terdiri atas sepasang ovarium (indung telur) yang terletak di rongga perut, saluran telur (oviduk/tuba Fallopii), uterus (rahim), vagina dan organ kelamin bagian luar.
• Ovarium merupakan kelenjar kelamin perempuan yang berfungsi untuk memproduksi ovum dan menyekresi hormon estrogen dan progesteron.
• Saluran telur berfungsi untuk menyalurkan ovum ke arah rahim dengan gerakan peristaltik dan dibantu oleh gerakan silia yang terdapat di dindingnya. Panjang saluran ini sekitar 12 cm dan ujungnya berbentuk corong.
• Uterus (rahim) berfungsi sebagai tempat berkembangnya embrio, dinding uterus tebal, panjang sekitar 7,5 cm, dan lebar sekitar 5 cm. Selama kehamilan uterus mampu mengembang sampai 500 kali.
• Vagina merupakan saluran yang terletak di bawah uterus sebagai tempat bagi penis pada saat kopulasi dan sebagai jalan bayi pada proses persalinan.
• Organ kelamin luar meliputi bagian-bagian sebagai berikut
1. Klitoris (kelentit), yaitu struktur yang homolog dengan penis.
2. Vulva, terdiri atas labium mayor (bibir besar) dan labium minor (bibir kecil).
3. Lubang saluran kencing, merupakan saluran terluar uretra
4. Lubang vagina, merupakan ujung terluar vagina
5. Fundus, yaitu bagian lipat paha

Proses Pembuahan Atau Fertilisasi
Pembuahan adalah proses peleburan antara satu sel sperma dan satu sel ovum yang sudah matang. Sebelumterjadi poses pembuahan, terjadi beberapa proses sebagai berikut.
Ovum yang telah masuk akan keluar dari ovarium. Proses tersebut dinamakan ovulasi. Ovum yang telah masak tersebutakan masuk ke saluran Fallopii. Jutaan sperma harus berjalan dari vagina menuju uterus dan masuk ke saluran Fallopii. Dalam perjalanan itu, kebanyakan sperma dihancurkan oleh mukus (lendir) asa di dalam uterus dan saluran Fallopii. Di antara beberapa sel sperma yang bertahan hidup, hanya satu yang masuk menembus membran ovum. Setelah terjadi pembuahan, membran ovum segera mengeras untuk mencegah sel sperma lain masuk. Proses pembuahan ini terjadi di bagian saluran Fallopii yang paling lebar.
Hasil pembuahan adalah zigot. Kemudian mengalami pertumbuhan dan perkembangan sebagai berikut:
1. Zigot membelah menjadi 2 sel, 4 sel, dan seterusnya.
2. Dalam waktu bersamaan lapisan dinding dalam uterus menjadi tebal seperti spons, penuh dengan pembuluh darah, dan siap menerima zigot.
3. Karena kontraksi oto dan gerak silia diding saluran Fallopii, zigot menuju ke uterus dan menempel di dinding uterus untuk tumbuh dan berkembang.
4. Terbentuk plsenta dan tali pusat yang merupakan penghubung antara embrio dan jaringan ibunya. Fungsi plasenta dan tali pusat adalah mengalirkan oksigen dan zat-zat makanan dari ibu ke embrio, serta menglirkan sisa-sisa metabolisme dari embrio ke peredana darah ibunya.
5. Embrio dikelilingi cairan amnion yang berfungsi melindungi embrio dari bahaya benturan yang mungkin terjadi.
6. Embrio berusaha empat minggu sudah menunjukkan adanya pertumbuhan mata, tangan, dan kaki.
7. Setelah berusia enam minggu, embrio sudah berukuran 1,5 cm. Otak, mata, telinga, dan jantung sudah berkembang. Tangan dan kaki, serta jari-jarinya mulai terbentuk.
8. Setelah berusia delapan minggu, embrio sudah tampak sebagai manusia dengan organ-organ tubuh lengkap. Kaki, tangan, serta jari-jariny telah berkembang. Mulai tahap ini sampai lhir, embrio disebut fetus (janin).
9. Setelah mencapai usia kehamilan kira-kira sembilan bulan sepuluh hari, bayi siap dilahirkan.
Jika ovum yang sudah masak tidak dibuahi oleh sperma, jaringan penyusun dinding rahim yang telah menebal dan mengandung banyak pembuluh darah akan rusak dan luruh/runtuh. Bersama-sama dengan ovum yang tidak dibuahi, jaringan tersebut dikeluarkan dari tubuh lewat vagina dalam proses yang disebut menstruasi (haid).
Oogenesis
Oogenesis merupakan proses pembentukan ovum di dalam ovarium. Di dalam ovarium terdapat oogonium (oogonia = jamak) atau sel indung telur. Oogonium bersifat diploid dengan 46 kromosom atau 23 pasang kromosom. Oogonium akan memperbanyak diri dengan cara mitosis membentuk oosit primer.
Oogenesis telah dimulai saat bayi perempuan masih di dalam kandungan, yaitu pada saat bayi berusia sekitar 5 bulan dalam kandungan. Pada saat bayi perempuan berumur 6 bulan, oosit primer akan membelah secara meiosis. Namun, meiosis tahap pertama pada oosit primer ini tidak dilanjutkan sampai bayi perempuan tumbuh menjadi anak perempuan yang mengalami pubertas. Oosit primer tersebut berada dalam keadaan istirahat (dorman).
Pada saat bayi perempuan lahir, di dalam setiap ovariumnya mengandung sekitar 1 juta oosit primer. Ketika mencapai pubertas, anak perempuan hanya memiliki sekitar 200 ribu oosit primer saja. Sedangkan oosit lainnya mengalami degenerasi selama pertumbuhannya.
Saat memasuki masa pubertas, anak perempuan akan mengalami perubahan hormon yang menyebabkan oosit primer melanjutkan meiosis tahap pertamanya. Oosit yang mengalami meiosis I akan menghasilkan dua sel yang tidak sama ukurannya. Sel oosit pertama merupaakn oosit yang berukuran normal (besar) yang disebut oosit sekunder, sedangkan sel yang berukuran lebih kecil disebut badan polar pertama (polosit primer).
Selanjutnya , oosit sekunder meneruskan tahap meiosis II (meiosis kedua). Namun pada meiosis II, oosit sekunder tidak langsung diselesaikan sampai tahap akhir, melainkan berhenti sampai terjadi ovulasi. Jika tidak terjadi fertilisasi, oosit sekunder akan mengalami degenerasi. Namun jika ada sperma masuk ke oviduk, meiosis II pada oosit sekunder akan dilanjutkan kembali. Akhirnya, meiosis II pada oosit sekunder akan menghasilkan satu sel besar yang disebut ootid dan satu sel kecil yang disebut badan polar kedua (polosit sekunder). Badan polar pertama juga membelah menjadi dua badan polar kedua. Akhirnya, ada tiga badan polar dan satu ootid yang akan tumbuh menjadi ovum dari oogenesis setiap satu oogonium.
Oosit dalam oogonium berada di dalam suatu folikel telur. Folikel telur (folikel) merupakan sel pembungkus penuh cairan yang menglilingi ovum. Folikel berfungsi untuk menyediakan sumber makanan bagi oosit. Folikel juga mengalami perubahan seiring dengan perubahan oosit primer menjadi oosit sekunder hingga terjadi ovulasi. Folikel primer muncul pertama kali untuk menyelubungi oosit primer. Selama tahap meiosis I pada oosit primer, folikel primer berkembang menjadi folikel sekunder. Pada saat terbentuk oosit sekunder, folikel sekunder berkembang menjadi folikel tersier. Pada masa ovulasi, folikel tersier berkembang menjadi folikel de Graaf (folikel matang). Setelah oosit sekunder lepas dari folikel, folikel akan berubah menjadi korpus luteum. Jika tidak terjaid fertilisasi, korpus luteum akan mengkerut menjadi korpus albikan.
Hormon pada Wanita
Pada wanita, peran hormon dalam perkembangan oogenesis dan perkembangan reproduksi jauh lebih kompleks dibandingkan pada pria. Salah satu peran hormon pada wanita dalam proses reproduksi adalah dalam siklus menstruasi.
Siklus menstruasi
Menstruasi (haid) adalah pendarahan secara periodik dan siklik dari uterus yang disertai pelepasan endometrium. Menstruasi terjadi jika ovum tidak dibuahi oleh sperma. Siklus menstruasi sekitar 28 hari. Pelepasan ovum yang berupa oosit sekunder dari ovarium disebut ovulasi, yang berkaitan dengan adanya kerjasama antara hipotalamus dan ovarium. Hasil kerjasama tersebut akan memacu pengeluaran hormon-hormon yang mempengaruhi mekanisme siklus menstruasi.
Untuk mempermudah penjelasan mengenai siklus menstruasi, patokannya adalah adanya peristiwa yang sangat penting, yaitu ovulasi. Ovulasi terjadi pada pertengahan siklus (½ n) menstruasi. Untuk periode atau siklus hari pertama menstruasi, ovulasi terjadi pada hari ke-14 terhitung sejak hari pertama menstruasi. Siklus menstruasi dikelompokkan menjadi empat fase, yaitu fase menstruasi, fase pra-ovulasi, fase ovulasi, fase pasca-ovulasi.
Fase menstruasi
Fase menstruasi terjadi bila ovum tidak dibuahi oleh sperma, sehingga korpus luteum akan menghentikan produksi hormon estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari dinding uterus yang menebal (endometrium). Lepasnya ovum tersebut menyebabkan endometrium sobek atau meluruh, sehingga dindingnya menjadi tipis. Peluruhan pada endometrium yang mengandung pembuluh darah menyebabkan terjadinya pendarahan pada fase menstruasi. Pendarahan ini biasanya berlangsung selama lima hari. Volume darah yang dikeluarkan rata-rata sekitar 50mL.
Fase pra-ovulasi
Pada fase pra-ovulasi atau akhir siklus menstruasi, hipotalamus mengeluarkan hormon gonadotropin. Gonadotropin merangsang hipofisis untuk mengeluarkan FSH. Adanya FSH merangsang pembentukan folikel primer di dalam ovarium yang mengelilingi satu oosit primer. Folikel primer dan oosit primer akan tumbuh sampai hari ke-14 hingga folikel menjadi matang atau disebut folikel de Graaf dengan ovum di dalamnya. Selama pertumbuhannya, folikel juga melepaskan hormon estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (proliferasi) sel-sel penyusun dinding dalam uterus dan endometrium. Peningkatan konsentrasi estrogen selama pertumbuhan folikel juga mempengaruhi serviks untuk mengeluarkan lendir yang bersifta basa. Lendir yang bersifat basa berguna untuk menetralkan sifat asam pada serviks agar lebih mendukung lingkungan hidup sperma.
Fase ovulasi
Pada saat mendekati fase ovulasi atau mendekati hari ke-14 terjadi perubahan produksi hormon. Peningkatan kadar estrogen selama fase pra-ovulasi menyebabkan reaksi umpan balik negatif atau penghambatan terhadap pelepasan FSH lebih lanjut dari hipofisis. Penurunan konsentrasi FSH menyebabkan hipofisis melepaskan LH. LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf. Pada saat inilah disebut ovulasi, yaitu saat terjadi pelepasan oosit sekunder dari folikel de Graaf dan siap dibuahi oleh sperma. Umunya ovulasi terjadi pada hari ke-14.
Fase pasca-ovulasi
Pada fase pasca-ovulasi, folikel de Graaf yang ditinggalkan oleh oosit sekunder karena pengaruh LH dan FSH akan berkerut dan berubah menjadi korpus luteum. Korpus luteum tetap memproduksi estrogen (namun tidak sebanyak folikel de Graaf memproduksi estrogen) dan hormon lainnya, yaitu progesteron. Progesteron mendukung kerja estrogen dengan menebalkan dinding dalam uterus atau endometrium dan menumbuhkan pembuluh-pembuluh darah pada endometrium. Progesteron juga merangsang sekresi lendir pada vagina dan pertumbuhan kelenjar susu pada payudara. Keseluruhan fungsi progesteron (juga estrogen) tersebut berguna untuk menyiapkan penanaman (implantasi) zigot pada uterus bila terjadi pembuahan atau kehamilan.
Proses pasca-ovulasi ini berlangsung dari hari ke-15 sampai hari ke-28. Namun, bila sekitar hari ke-26 tidak terjadi pembuahan, korpus luteum akan berubah menjadi korpus albikan. Korpus albikan memiliki kemampuan produksi estrogen dan progesteron yang rendah, sehingga konsentrasi estrogen dan progesteron akan menurun. Pada kondisi ini, hipofisis menjadi aktif untuk melepaskan FSH dan selanjutnya LH, sehingga fase pasca-ovulasi akan tersambung kembali dengan fase menstruasi berikutnya.
Penyakit Pada Sistem Reproduksi Manusia
Beberapa penyakit dapat menyerang sistem reproduksi manusia. Penyakit tersebut antara lain sbb:
1.Gonorhea(KencingNanah)
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Bakteri ini selain menimbulkan radang pada organ reproduksi (vagina, saluran Fallopii, epididimis, kelenjar prostat), juga dapat menimbulkan radang pada saluran kemih, mata, persendian, dan selaput otak. Kalau tidak segera diobati, penyakit ini dapat menyebabkan kemandulan. Penyakit ini dapat menular dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayi yang dilahirkannya. Beberapa bayi menjadi buta karenanya.
Adapun tanda dan gejala-gejala penyakit ini sebagai berikut.
• Terdapat nanah di ujung saluran kencing.
• Rasa terbakar pada saat buang air kecil
• Pada laki-laki, uretra menjadi sempit sehingga sulit buang air kecil. Pada beberapa kasus, testes menjadi rusak sehingga orang yang bersangkutan menjadi mandul.
• Pada wanita, terdapat nanah dari vagina yang mungkin dapat menyebar ke rahim dan indung telur. Akibatnva, wanita yang bersangkutan menjadi mandul.
2.Sifilis
Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum dan ditularkan terutama melalui hubungan seksual. Penyakit ini terdiri atas beberapa stadium. Pada stadium lanjut, sifilis tidak hanya menyerang organ-organ reproduksi, tetapi juga menyerang organorgan tubuh yang lain, misalnya hati, susunan saraf, dan otak.
3.HerpesGenital
Penyakit ini disebabkan oleh virus herpes simpleks serotipe 2 dan ditularkan melalui hubungan seksual. Virus ini selain menyerang organ-organ reproduksi laki-laki dan perempuan, juga menyerang kulit. Sekarang sudah diketahui bahwa ada hubungan antara infeksi virus herpes dan kanker leher rahim.
4.Keputihan(FluorAlbus)
Penyakit yang dialami perempuan ini disebabkan oleh berbagai parasit, antara lain jamur Candida albicans, Protozoa dari jenis Trichomonas vaginalis, bakteri, dan virus. Candida albicans menyukai lingkungan yang mengandung gula dan hangat. Jamur ini sering ditemukan pada perempuan hamil dan penderita diabetes melitus (kencing manis).
5.AIDS
AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immttne Deficiency Syndrome (sindrom hilangnya kekebalan karena bentukan). Penyakit ini disebabkan oleh virus HIV (Human Immtmodeficiency Virus). Sampai sekarang, penyakit mematikan ini belum ada obatnya. Orang yang terinfeksi virus HIV tidak langsung menderita AIDS. Penyakit ini baru terlihat setelah enam bulan sampai lima tahun, bergantung pada ketahanan tubuh seseorang. Penyakit ini menyerang sel-sel darah putih yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Akibatnya, jika terinfeksi kuman tertentu yang bagi orang biasa tidak membahayakan. penderita AIDS dapat meninggal. Kita tidak perlu panik menghadapi penyakit ini jika mengetahui cara penularannya. Tidak seperti influenza yang penularannya melalui udara, penyakit ini menular melalui cairan tubuh. Menghirup udara
di sekitar penderita AIDS atau bersalaman dengan penderita AIDS, tidak menyebabkan tertular. AIDS dapat menular melalui transfusi darah dari penderitaAIDS, melalui jarum suntik yang pernah dipakai penderita AIDS, dan berhubungan seksual dengan penderita AIDS. Bayi yang dikandung ibu penderita AIDS kemungkinan juga dapat tertular.
Meskipun banyak penyakit yang dapat menyerang organ-organ reproduksi. Sebenarnya sebagian besar dapat dicegah dengan menjaga kebersihan secara umum dan kebersihan organ-organ reproduksi. Jamur yang menyukai tempat lembap dapat dihindari dengan selalu menjaga daerah perineum (selangkangan) selalu kering. Rasa gatal dapat dikurangi dengan mengenakan celana dari bahan katun. Cara pencegahan yang lain adalah tidak membiasakan bertukar handuk atau pakaian. Selain kebersihan diri. lingkungan juga perlu dijaga kebersihannya. misalnya selalu mencuci selimut atau alas tidur.






















Referensi
• Erlangga
• Tiga Serangkai
• Yudhistira
• http://www.id.wikipedia.org
• http://www.awalangy.wordpress.com
• http://dieazcrewek.blogspot.com
• http://tarunalaut.blogspot.com
• http://ipaspenli.blogspot.com
• http://alinsilver.blogspot.com
• http://zieshila.wordpress.com
• http://dicha85.wordpress.com
• http://sakinaidaman.com

0 komentar:

sistem pernafasan

Senin, 04 April 2011

SISTEM PERNAPASN PADA MAKHLUK HIDUP

Sistem Pernapasan Pada Makhluk Hidup
 Pengertian :
Sistem pernapasan atau sistem respirasi adalah sistem organ yang digunakan untuk pertukaran gas. Pada hewan berkaki empat, sistem pernapasan umumnya termasuk saluran yang digunakan untuk membawa udara ke dalam paru-paru di mana terjadi pertukaran gas. Diafragma menarik udara masuk dan juga mengeluarkannya. Berbagai variasi sistem pernapasan ditemukan pada berbagai jenis makhluk hidup. Bahkan pohon pun memiliki sistem pernapasan.
Pernapasan dada
Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.
Pernapasan perut
Pernapasan perut adalah pernapasan yang melibatkan otot diafragma. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Fase inspirasi. Fase ini berupa berkontraksinya otot diafragma sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.
2. Fase ekspirasi. Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot diaframa ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.


Sistem Pernafasan pada Manusia

Alat -alat pernapasan berfungsi memasukkan udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan udara yang mengandung karbon dioksida dan uap air.
Tujuan proses pernapasan yaitu untuk memperoleh energi. Pada peristiwa bernapas terjadi pelepasan energi
Sistem Pernapasan pada Manusia terdiri atas
o hidung
o faring
o trakea
o bronkus
o bronkiouls
o paru-paru
Rongga Hidung
Pada permukaan rongga hidung terdapat rambut-rambut halus dan selaput lendir yang berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ke dalam rongga hidung.
Pangkal Tenggorok
Pangkal tenggorok disusun oleh beberapa tulang rawan yang membentuk jakun. Pangkal tenggorok dapat ditutup oleh katup pangkal tenggorok (epiglotis). Pada waktu menelan makanan, katup tersebut menutup pangkal tenggorok dan pada waktu bernapas katu membuka. Pada pangkal tenggorok terdapat selaput suara yang akan bergetar bila ada udara dari paru-paru, misalnya pada waktu kita bicara.
Batang tenggorok
Batang tenggorok (trakea) terletak di sebelah depan kerongkongan. Di dalam rongga dada, batang tenggorok bercabang menjadi dua cabang tenggorok (bronkus). Di dalam paru-paru, cabang tenggorok bercabang-cabang lagi menjadi saluran yang sangat kecil disebut bronkiolus. Ujung bronkiolus berupa gelembung kecil yang disebut gelembung paru-paru (alveolus).
Paru-paru
Paru-paru terletak di dalam rongga dada. Rongga dada dan perut dibatasi oleh siuatu sekat disebut diafragma. Paru-paru ada dua buah yaitu paru-paru kanan dan paru-paru kiri. Paru-paru kanan terdiri atas tiga gelambir (lobus) yaitu gelambir atas, gelambir tengah dan gelambir bawah. Sedangkan paru-paru kiri terdiri atas dua gelambir yaitu gelambir atas dan gelambir bawah. Paru-paru diselimuti oleh suatu selaput paru-paru (pleura).
Alveolus dalam paru-paru jumlahnya sangat banyak, lebih kurang 300 juta alveolus. Luas permukaan seluruh alveolus diperkirakan 100 kali lebih besar daripada permukaan tubuh. Alveolus dikekelingi pembuluh-pembuluh kapiler darah.
Pertukaran Gas dalam Alveolus
Oksigen yang diperlukan untuk oksidasi diambil dari udara yang kita hirup pada waktu kita bernapas. Pada waktu bernapas udara masuk melalu saluran pernapasan dan akhirnyan masuk ke dalam alveolus. Oksigen yang terdapat dalam alveolus berdifusi menembus dinding sel alveolus. Akhirnya masuk ke dalam pembuluh darah dan diikat oleh hemoglobin yang terdapat dalam darah menjadi oksihemoglobin. Selanjutnya diedarkan oleh darah ke seluruh tubuh.
Oksigennya dilepaskan ke dalam sel-sel tubuh sehingga oksihemoglobin kembali menjadi hemoglobin. Karbondioksida yang dihasilkan dari pernapasan diangkut oleh darah melalui pembuluh darah yang akhirnya sampai pada alveolus Dari alveolus karbon dioksida dikeluarkan melalui saluran pernapasan pada waktu kita mengeluarkan napas.
Dengan demikian dalam alveolus terjadi pertukaran gas yaitu oksigen masuk dan karnbondioksida keluar.
Proses Pernapasan
Bernapas meliputi dua proses yaitu menarik napas atau memasukkan udara pernapasan dan mengeluarkan napas atau mengeluarkan udara pernapasan. Menarik napas disebut inspirasi dan mengeluarkan napas disebut ekspirasi.
Pada waktu menarik napas, otot diafragma berkontraksi. Semula kedudukan diafragma melengkung keatas sekarang menjadi lurus sehingga rongga dada menjadi mengembang. Hal ini disebut pernapasan perut. Bersamaan dengan kontraksi otot diafragma, otot-otot tulang rusuk juga berkontraksi sehingga rongga dada mengembang. Hal ini disebut pernapasan dada.
Akibat mengembangnya rongga dada, maka tekanan dalam rongga dada menjadi berkurang, sehingga udara dari luar masuk melalui hidung selanjutnya melalui saluran pernapasan akhirnya udara masuk ke dalam paru-paru, sehingga paru-paru mengembang.
Pengeluaran napas disebabkan karena melemasnya otot diafragma dan otot-otot rusuk dan juga dibantu dengan berkontraksinya otot perut. Diafragma menjadi melengkung ke atas, tulang-tulang rusuk turun ke bawah dan bergerak ke arah dalam, akibatnya rongga dada mengecil sehingga tekanan dalam rongga dada naik. Dengan naiknya tekanan dalam rongga dada, maka udara dari dalam paru-paru keluar melewati saluran pernapasan.
Kapasitas Paru-paru
Udara yang keluar masuk paru-paru pada waktu melakukan pernapasan biasa disebut udara pernapasan (udara tidal). Volume udara pernapasan pada orang dewasa lebih kurang 500 nl. Setelah kita melakukan inspirasi biasa, kita masih bisa menarik napas sedalam-dalamnya. Udara yang dapat masuk setelah mengadakan inspirasi biasa disebut udara komplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Setelah kita melakukan ekspirasi biasa, kita masih bisa menghembuskan napas sekuat-kuatnya. Udara yang dapat dikeluarkan setelah ekspirasi biasa disebut udara suplementer, volumenya lebih kurang 1500 ml.
Walaupun kita mengeluarkan napas dari paru-paru dengan sekuat-kuatnya ternyata dalam paru-paru masih ada udara disebut udara residu. Volume udara residu lebih kurang 1500 ml. Jumlah volume udara pernapasan, udara komplementer, dan udara suplementer disebut kapasitas vital paru-paru.


Sistem Pernafasan Hewan
Burung
Burung mempunyai saluran pernapasan yang terdir atas lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-apru. Pada bagian bawah trakea terdapat alat suara disebut siring. Burung mempunyai alat bantu pernapasan yang disebut pundi-pundi udara yang berhubungan dengan paru-paru. Fungsi pundi-pundi udara antara lain untuk membantu pernapasan dan membantu membesarkan rongga siring sehingga dapat memperkeras suara. Proses pernapasan pada burung terjadi sebagai berikut. Jika otot tulang rusuk berkontaksi, tulang rusuk bergerak ke arah depan dan tulang dada bergerak ke bawah. Rongga dada menjadi besar dan tekanannya menurun. Hal ini menyebabkan udara masuk ke dalam paru-paru dan selanjutnya masuk ke dalam pundi-pundi udara. Pada waktu otot tulang rusuk mengendur, tulang rusak bergerak ke arah belakang dan tulang dada bergerak ke arah atas. Rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi besar, mengakibatkan udara keluar dari paru-paru. Demikian juga udara dari pundi-pundi udara keluar melalui paru-apru. Pengambilan oksigen oleh paru-paru terjadi pada waktu inspirasi dan ekspirasi. Pertukaran gas hanya terjadi di dalam paru-paru.
Reptil
Reptil bernapas dengan paru-paru. Pengambilan oksigen dan pengeluaran karbondioksida terjadi di dalam paru-paru. Keluar masuknya udara dari dan keluar paru-paru karena adanya gerakan-gerakan dari tulang rusuk. Saluran pernapasan terdiri dari lubang hidung, trakea, bronkus dan paru-paru.
Katak
Katak dalam daur hidupnya mengalami metamorfosis atau perubahan bentuk. Pada waktu muda berupa berudu dan setelah dewasa hidup di darat. Mula-nula berudu bernapas dengan insang luar yang terdapat di bagian belakang kepala. Insang tersebut selalu bergetar yang mengakibatkan air di sekitar insang selalu berganti. Oksigen yang terlarut dalam air berdifusi di dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang.
Setelah beberapa waktu insang luar ini akan berubah menjadi insang dalam dengan cara terbentuknya lipatan kulit dari arah depan ke belakang sehingga menutupi insang luar. Katak dewasa hidup di darat, pernapasannya dengan paru-paru. Selain dengan paru-paru, oksigen dapat berdifusi dalam rongga mulut yaitu melalui selaput rongga mulut dan juga melalui kulit.
Ikan
Ikan mas bernapas dengan insang yang terdapat pada sisi kiri dan kanan kepala. Masing-masing mempunyai empat buah insang yang ditutup oleh tutup insang (operkulum). Proses pernapasan pada ikan adalah dengan cara membuka dan menutup mulut secara bergantian dengan membuka dan menutup tutup insang. Pada waktu mulut membuka, air masuk ke dalam rongga mulut sedangkan tutup insang menutup. Oksigen yang terlarut dalam air masuk berdifusi ke dalam pembuluh kapiler darah yang terdapat dalam insang. Dan pada waktu menutup, tutup insang membuka dan air dari rongga mulut keluar melalui insang. Bersamaan dengan keluarnya air melalui insang, karbondioksida dikeluarkan. Pertukaran oksigen dan karbondioksida terjadi pada lembaran insang.
Serangga mempunyai sitem pernapasan yang disebut sistem trakea. Oksigen yang dibutuhkan oleh sel-sel tubuh untuk oksidasi tidak diedarkan oleh darah tetapi diedarkan oleh trakea yang bercabang-cabang ke seluruh tubuh. Cabang kecil trakea yang menembus jaringan tubuh disebut trakeolus. Masuknya udara untuk pernapasan tidak melalui mulut melainkan melalui stigma (spirakel).
Proses pernapasan pada serangga terjadi sebagai berikut. Dengan adanya kontraksi otot-otot tubuh, maka tubuh serangga menjadi mengembang dan mengempis secara teratur. Pada waktu tubuh serangga mengembang, udara masuk melalui stigma, selanjutnya masuk ke dalam trakea, kemudian ke dalam trakeolus dan akhirnya masuk ke dalam sel-sel tubuh. Oksigen berdifusi ke dalam sel-sel tubuh. Karbondioksida hasil pernapasan dikeluarkan melalui sistem trakea juga yang akhirnya dikeluarkan melalui stigma pada waktu tubuh serangga mengempis.
Cacing tanah
Cacing tanah tidak mempunyai alat pernapasan khusus. Kulitnya banyak mengandung kelenjar lendir, sehingga kulit tubuhnya menjadi basah dan lembab. Oksigen yang diperlukan oleh tubuhnya masuk melalui seluruh permukaan tubuh secara difusi. Pengeluaran karbon dioksida juga melalu permukaan tubuh.
Protozoa
Protozoa tidak mempunyai alat pernapasan khusus untuk memperoleh oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Oksigen masuk ke dalam sel malalui selaput plasma secara difusi. Demikian juga karbon dioksida dari dalam sel deikeluarkan melalui selaput plasma.
Pernafasan pada tumbuhan
Pernafasan pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu aerob dan anaerob, pernafasan aerob memerlukan oksigen O2, sedangkan pernafasan anaerob tiidak memerlukan oksigen, untuk pernafasan anaerob dibedakan menjadi obligatif dan fakultatif, pernafasan anaerob obligatif mutlak memerlukan oksigen sedangkan anaerob fakultatif dapat berlangsung tanpa atau dengan oksigen.

1. Pernafasan tumbuhan tingkat tinggi
Pernafasan pada tumbuhan tingkat tinggi berlangsung secara aerob, pada pernafasan ini terjadi proses pembebasan energi dari sari makanan di dalam sel tubuh melalui proses oksidasi biologis, Oksidasi biologis ada;ah suatu reaksi antara sari makanan dengan oksigen yang menghasilkan karbon dioksida ( CO2 ), air ( H2O) dan energi.Reaksikiia ini merupakan reaksi enzimatis, enzim berperan sebagai katalisator ( pemercepat proses reaksi )
Energi yang dihasilkan dari pernafasan digunakan oleh tumbuhan untuk mewlakukan berbagai kegiatan hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan dan melakukan kegiatan di dalam hidupnya, misalnya untuk pertumbuhan,, pembentukan protein mengangkut mineral dari dalam tanah, berkembang biak,serta melakukan proses fotosintesis
2. Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah
Pernafasan pada tumbuhan tingkat rendah ada yang aaerob dan ada yang anaerob.Pernafasan anaerob disebut juga dengan fermentasi ( proses pengubahan senyawa utama menjadi senyawa bentuk lain dengan bantuan enzim ) , misalnya proses pembentukan alkohol dari glukosa denganbantuan jamur ragi ( Saccharomyces ) seperti pembuatan tempe.

Kelainan & Penyakit Pada Sistem Pernapasan

Sistem pernafasan tersusun atas saluran pernafasan dan paru-paru sebagai tempat perrtukaraan udara pernafasan. Pernafasan merupakan proses untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang diperlukan untuk mengubah sumber energi menjadi energi dan membuang CO2 sebagai sisa metabolisme.

Saluran udara pernafasan tersusun atas: lubang hidung, rongga hidung, faring, laring, trakea, bronkus, dan bronkeolus. Lubang hidung sampai bronchiolus disebut pars konduktoria karena fungsinya sebagai saluran udara respirasi.

Struktur maupun fungsi sistem pernafasan manusia dapat mengalami gangguan atau serangan penyakit. Antara lain:
1. Asma, merupakan penyakit penyumbatan saluran Pernafasan yang disebabkan alergi terhadap rambut, bulu atau kotoran.
2. TBC, penyakit paru-paru yang diakibatkan oleh serangan bakteri Mycobacterium tuberculosa. Difusi oksigen akan terganggu karena adanya bintil-bintil atau peradangan pada dinding alveolus. Tuberkolosis atau TBC adalah infeksi karena bakteri Mycobacterium tuberculosis, yang dapat merusak paru-paru tapi dapat juga mengenai sistem saraf sentral (meningitis, sistem lymphatic, sistem sirkulasi (miliary TB), sistem genitourinary, tulang dan sendi.
Indonesia berada dalam peringkat ketiga terburuk di dunia untuk jumlah penderita TBC. Setiap tahun muncul 500 ribu kasus baru dan lebih dari 140 ribu lainnya meninggal. Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC". Pada 24 Maret 1882 tersebut, Robert Koch di Berlin, Jerman, mempresentasikan hasil penyebab tuberkulosa yang ditemukannya.
1. Macam-macam peradangan pada sistem Pernafasan, seperti: bronchitis, laringitis, faringitis, pleuritis, sinusitis.
2. Asfiksi, gangguan Pernafasan pada waktu pengangkutan dan penggunaan oksigen oleh jaringan, akibat tenggelam, pneumonia dan keracunan.
3. Asidosis, kenaikan kadar asam karbonat dan asam bikarbonat dalam darah.
4. Difteri, penyumbatan oleh lendir pada rongga faring yang dihasilkan oleh infeksi kuman difteri.
5. Pneumonia, infeksi yang disebabkan oleh virus atau bakteri pada alveolus yang menyebabkan terjadinya radang paru-paru.
Gambar-Gambar Sistem Pernafasan Pada Makhluk Hidup

Manusia






Dada dan Perut




Burung


Cacing



Ikan



Serangga



Cumi-Cumi




Katak














Tumbuhan









Daftar pustaka


Avila, V.L. 1995. Biology, Investigating Life on Earth, 2nd ed. Jones and Bartlett Pubhlishers
Bold, H. C. and M.J. Wynne. 1987. Introduction to The Algae. Prentice-Hall, Inc.,Englewood Cliffs, New Jersey, U.S.A
Campbell, N. A. 1996. Biology, 4th ed. Benyamin Cummings Publishing Company, Inc., Redwood City.
Curtis, H. and N.S. Barners. 1989. Biology, 5th ed. Worth Publishers, Inc.
Ross, F., et al. 1996. Diversity of Life Wm. C. Drown Publishers.
Solomon, et. al. 1993. Biology, 3rd ed. Saunders-College Publishing, Fort Worth.
Volk W. A. and M.F. Wheeler. 1984. Basic Microbiology, 5th ed. Harper and Row, Publisher, Inc.
Lewis, R. 1997. Life, 3th ed. WCB McGraw-Hill.
Pelczar, M. J. and E. C. S. Chan. 1986. Dasar-dasar microbiology. Penerbit Universita Indonesia, Jakarta.

Nama kelompok 1:

Karomat
Nanda arivan
Muhammad fauzi
Rifqi maulana hidayat
Ubaedillah

SISTEM EKSKRESI

SISTEM ESKRESI

SISTEM EKSKRESI



Kelas : XI IPA 1
Kelompok 7 :
Siti Ayu Rohanah
Galuh Pravitasari
Ria Anggriyani
Diyani
Nurkhasanah



SISTEM EKSKRESI
Manusia memiliki organ atau alat-alat ekskresi yang berfungsi membuang zat sisa hasil metabolisme. Zat sisa hasil metabolisme merupakan sisa pembongkaran zat makanan, misalnya: karbondioksida (CO2), air (H20), amonia (NH3), urea dan zat warna empedu.
Zat sisa metabolisme tersebut sudah tidak berguna lagi bagi tubuh dan harus dikeluarkan karena bersifat racun dan dapat menimbulkan penyakit.
Organ atau alat-alat ekskresi pada manusia terdiri dari:
1. Paru-paru,
2. Hati,
3. Kulit, dan
4. Ginjal.

PARU-PARU
Paru-paru berada di dalam rongga dada manusia sebelah kanan dan kiri yang dilindungi oleh tulang-tulang rusuk. Paru-paru terdiri dari dua bagian, yaitu paru-paru kanan yang memiliki tiga gelambir dan paru-paru kiri memiliki dua gelambir.
Paru-paru sebenarnya merupakan kumpulan gelembung alveolus yang terbungkus oleh selaput yang disebut selaput pleura.

FUNGSI PARU-PARU
Paru-paru merupakan organ yang sangat vital bagi kehidupan manusia karena tanpa paru-paru manusia tidak dapat hidup. Dalam Sistem Ekskresi, paru-paru berfungsi untuk mengeluarkan KARBONDIOKSIDA (CO2) dan UAP AIR (H2O).
Didalam paru-paru terjadi proses pertukaran antara gas oksigen dan karbondioksida. Setelah membebaskan oksigen, sel-sel darah merah menangkap karbondioksida sebagai hasil metabolisme tubuh yang akan dibawa ke paru-paru. Di paru-paru karbondioksida dan uap air dilepaskan dan dikeluarkan dari paru-paru melalui hidung

KELAINAN-KELAINAN PADA PARU-PARU
Kelainan-kelainan pada paru-paru, diantaranya adalah:
1. Asma atau sesak nafas, yaitu kelainan yang disebabkan oleh penyumbatan saluran pernafasan yang diantaranya disebabkan oleh alergi terhadap rambut, bulu, debu atau tekanan psikologis.
2.Kanker Paru-Paru, yaitu gangguan paru-paru yang disebabkan oleh kebiasaan merokok. Penyebab lain adalah terlalu banyak menghirup debu asbes, kromium, produk petroleum dan radiasi ionisasi. Kelainan ini mempengaruhi pertukaran gas di paru-paru.
3.Emphysema, adalah penyakit pembengkakan paru-paru karena pembuluh darahnya terisi udara.

CARA MENGATASI KELAINAN PADA PARU-PARU
Upaya menghindari dan mengatasi kelainan-kelainan pada paru-paru adalah dengan menjalankan pola hidup sehat, diantaranya:
1. Mengatur pola makan dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bergizi secara teratur
2. Berolah raga dengan teratur
3. Istirahat minimal 6 jam per hari
4. Mengindari konsumsi rokok, minum minuman beralkohol dan narkoba
5. Hindari Stress
HATI (HEPAR)

hati
Hati merupakan “kelenjar” terbesar yang terdapat dalam tubuh manusia. Letaknya di dalam rongga perut sebelah kanan. Berwarna merah tua dengan berat mencapai 2 kilogram pada orang dewasa. Hati terbagi menjadi dua lobus, kanan dan kiri.
Zat racun yang masuk ke dalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu.

FUNGSI HATI
Hati merupakan organ yang sangat penting, berfungsi untuk:
1. Menghasilkan empedu yang berasal dari perombakan sel darah merah
2. Menetralkan racun yang masuk ke dalam tubuh dan membunuh bibit penyakit
3. Mengubah zat gula menjadi glikogen dan menyimpanya sebagai cadangan gula
4. Membentuk protein tertentu dan merombaknya
5. Tempat untuk mengubah pro vitamin A menjadi vitamin
6. Tempat pembentukan protrombin yang berperan dalam pembekuan darah
Zat warna empedu hasil perombakan sel darah merah yang telah rusak tidak langsung dikeluarkan oleh hati, tetapi dikeluarkan melalui alat pengeluaran lainnya. Misalnya, akan dibawa oleh darah ke ginjal dan dikeluarkan bersama-sama di dalam urin.

KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
Gangguan pada hati yang umumnya dijumpai di masyarakat saat ini adalah HEPATITIS atau PENYAKIT KUNING. Disebut demikian karena tubuh penderita menjadi kekuningan, disebabkan zat warna empedu beredar ke seluruh tubuh. Penyakit ini disebabkan oleh serangan virus yang dapat menular melalui makanan, minuman, jarum suntik dan transfusi darah.

Hepatitis adalah peradangan pada sel-sel hati. Penyebab penyakit hepatitis yang utama adalah virus. Virus hepatitis yang sudah ditemukan sudah cukup banyak dan digolongkan menjadi virus hepatitis A, B, C, D, E, G, dan TT.
Beberapa jenis hepatitis yang saat ini harus diwaspadai adalah:
1. Hepatitis A yang disebabkan oleh Virus Hepatitis A (VHA)
2. Hepatitis B yang disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB)
3. Hepatitis C yang disebabkan oleh Virus Hepatitis C (VHC)

MENGATASI KELAINAN-KELAINAN PADA HATI
Cara mengatasi kelainan-kelainan pada hati diantaranya adalah dengan:
1. Pemberian vaksinasi
2. Makan makanan yang sehat
3. Menghindari penggunaan obat-obatan terlarang
4. Berolahraga dengan teratur
5. Sterilisasi penggunaan jarum suntik
6. Menghindari pergaulan bebas (berganti-ganti pasangan)
KULIT
Seluruh permukaan tubuh kita terbungkus oleh lapisan tipis yang sering kita sebut kulit. Kulit merupakan benteng pertahanan tubuh kita yang utama karena berada di lapisan anggota tubuh yang paling luar dan berhubungan langsung dengan lingkungan sekitar.
FUNGSI KULIT
Fungsi kulit antara lain sebagai berikut:
- mengeluarkan keringat
- pelindung tubuh
- menyimpan kelebihan lemak
- mengatur suhu tubuh, dan

- tempat pembuatan vitamin D dari pro vitamin D dengan
bantuan sinar matahari yang mengandung ultraviolet

Proses Pembentukan Keringat
Bila suhu tubuh kita meningkat atau suhu udara di lingkungan kita tinggi, pembuluh-pembuluh darah di kulit akan melebar. Hal ini mengakibatkan banyak darah yang mengalir ke daerah tersebut. Karena pangkal kelenjar keringat berhubungan dengan pembuluh darah maka terjadilah penyerapan air, garam dan sedikit urea oleh kelenjar keringat. Kemudian air bersama larutannya keluar melalui pori-pori yang merupakan ujung dari kelenjar keringat. Keringat yang keluar membawa panas tubuh, sehingga sangat penting untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.
Kelainan pada kulit yang banyak dialami oleh para remaja adalah jerawat. Ada tiga tipe jerawat, yaitu:
1. Komedo
2. Jerawat biasa
3. Cystic Acne (Jerawat Batu/Jerawat Jagung)

Banyak jenis obat dan perawatan yang ditawarkan untuk menghilangkan jerawat. Namun, sesungguhnya alam sudah menyediakan aneka tanaman yang mampu menghilangkan jerawat. Tanaman-tanaman itu antara lain tomat, jeruk nipis, belimbing wuluh, mentimun, dan temulawak.
MENGATASI KELAINAN PADA KULIT
Kulit perlu mendapat perawatan yang tepat agar senantiasa sehat. Berikut 4 langkah perawatan kulit yang sangat mendasar:

1. Makan Makanan Yang Mengandung Nutrisi
Kulit seperti juga organ tubuh lain, terdiri atas sel-sel yang berkembang dan membutuhkan berbagai nutrisi. Nutrisi pada kulit digunakan untuk mengaktifkan sirkulasi darah ke kulit, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit serta mencegah oksidasi lemak yang menyebabkan kulit menjadi kering.
2. Minum Air Putih Minimal 8 Gelas Setiap Hari
Air berfungsi sebagai media untuk mengangkut dan membuang zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dan mencegah kekeringan. Selain 8 gelas air segar setiap hari, asupan cairan yang baik bagi kulit bisa didapatkan dari buah dan sayuran.
3. Berolahraga Dengan Teratur
Olahraga teratur 3 kali seminggu akan membantu kelancaran sirkulasi darah, sehingga asupan nutrisi kulit terpenuhi.
4. Mandi Untuk Membersihkan Badan
Mandi secara teratur menggunakan sabun, bermanfaat menghilangkan lemak dan kotoran pada permukaan kulit. Namun kita perlu berhati-hati dalam memilih sabun, karena detergen yang terkandung di dalamnya cenderung meningkatkan pH kulit sehingga dapat menyebabkan kekeringan pada kulit.

GINJAL
Dunia kedokteran biasa menyebutnya ‘ren’ (renal/kidney). Bentuknya seperti kacang merah, berjumlah sepasang dan terletak di daerah pinggang. Ukurannya kira-kira 11x 6x 3 cm. Beratnya antara 120-170 gram. Struktur ginjal terdiri dari: kulit ginjal (korteks), sumsum ginjal (medula) dan rongga ginjal (pelvis). Pada bagian kulit ginjal terdapat jutaan nefron yang berfungsi sebagai penyaring darah. Setiap nefron tersusun dari Badan Malpighi dan saluran panjang (Tubula) yang bergelung. Badan Malpighi tersusun oleh Simpai Bowman (Kapsula Bowman) yang didalamnya terdapat Glomerolus.

FUNGSI GINJAL
1. Menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme tubuh
2. Mengeksresikan zat yang jumlahnya berlebihan
3. Reabsorbsi (penyerapan kembali) elektrolit tertentu yang dilakukan oleh bagian tubulus ginjal
4. Menjaga keseimbanganan asam basa dalam tubuh manusia
5. Menghasilkan zat hormon yang berperan membentuk dan mematangkan sel-sel darah merah (SDM) di sumsum tulang
PROSES PEMBENTUKAN URINE
Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi.
1. Penyaringan (filtrasi)
Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. Sel-sel kapiler glomerulus yang berpori (podosit), tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan.
Selain penyaringan, di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah, keping darah, dan sebagian besar protein plasma. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah, seperti glukosa, asam amino, natrium, kalium, klorida, bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan.
Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer, mengandung asam amino, glukosa, natrium, kalium, dan garam-garam lainnya
2. Penyerapan kembali (reabsorbsi)
Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal, sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea.
Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi, sedangkan air melalui peristiwa osmosis. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal.
Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. Zat amonia, obat-obatan seperti penisilin, kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin.
Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder, zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Sebaliknya, konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah, misalnya urea.
3. Augmentasi
Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal.
Dari tubulus-tububulus ginjal, urin akan menuju rongga ginjal, selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin, dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Urin akan keluar melalui uretra.
Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air, garam, urea dan sisa substansi lain, misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin.


KELAINAN PADA GINJAL
Kelainan-kelainan pada ginjal diantaranya adalah gagal ginjal dan batu ginjal.
1. Gagal Ginjal
Gagal ginjal merupakan kelainan pada ginjal dimana ginjal sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya yaitu menyaring dan membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme.
Penyebab terjadinya gagal ginjal antara lain disebabkan oleh:
1. Makan makanan berlemak
2. Kolesterol dalam darah yang tinggi
3. Kurang berolahraga
4. Merokok, dan
5. Minum minuman beralkohol.
Mengatasi Gagal Ginjal
Kemajuan ilmu pengetahuan, memungkinkan fungsi ginjal digantikan. Penggantian fungsi tersebut dikenal dengan Renal Replacement Therapy (RRT) atau Terapi Pengganti Ginjal (TPG). Ada dua cara TPG, yakni transplantasi/cangkok ginjal dan dialisis/cuci darah . Dialisis/cuci darah dibedakan menjadi:
1. HD (Hemodialisis), dialisis dengan bantuan mesin
2. PD (Peritoneal Dialisis), dialisis melalui rongga perut
2. Batu Ginjal
Urine banyak mengandung mineral dan berbagai bahan kimiawi. Urin belum tentu dapat melarutkan semua itu. Apabila kita kurang minum atau sering menahan kencing, mineral-mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk batu ginjal.
Batu ginjal merupakan kristal yang terlihat seperti batu yang terbentuk di ginjal. Kristal-kristal tersebut akan berkumpul dan saling berlekatan untuk membentuk formasi “batu”. Apabila batu tersebut menyumbat saluran kemih antara ginjal dan kandung kemih, saluran kemih manusia yang mirip selang akan teregang kuat karena menahan air seni yang tidak bisa keluar. Hal itu tentu menimbulkan rasa sakit yang hebat.

DAFTAR PUSTAKA :

Erlangga
Yudistira
grasindo